Inilah Penyebab Kemarau Lebih Panjang

  • 23 Apr 2026 14:42 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - El Nino Godzilla bukanlah jenis fenomena baru, melainkan sebutan untuk El Nino yang sangat kuat, mirip dengan peristiwa ekstrem di masa lalu. Gabungan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif berpotensi membuat musim kemarau lebih panjang dan kering dari biasanya.

Dikutip dari Detik com, kekeringan yang mungkin terjadi bukan hanya masalah cuaca biasa, melainkan ancaman bagi ketahanan pangan, pasokan air, dan lingkungan hidup.

El Nino adalah fenomena alam yang terjadi ketika suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik menjadi lebih hangat dari rata - rata. Kondisi ini mengganggu sirkulasi angin dan pola hujan di seluruh dunia. Biasanya, angin pasat (trade winds) meniup dari timur ke barat, mendorong air hangat ke wilayah Indonesia. Saat El Nino terjadi, angin pasat melemah, sehingga air hangat bergerak ke arah timur. Akibatnya, Indonesia kehilangan sumber uap air yang biasa membentuk hujan.

Istilah “Godzilla” digunakan untuk menggambarkan El Nino dengan kekuatan super kuat, di mana anomali suhu laut bisa mencapai lebih dari 1,5 hingga 2 derajat Celsius. Sebutan ini populer karena dampaknya yang sangat besar, mirip monster raksasa dalam film. Fenomena ini bukan hal baru, tetapi perubahan iklim membuat kemungkinan terjadinya El Nino kuat semakin tinggi.

Penyebab utama El Nino adalah interaksi kompleks antara lautan dan atmosfer di Samudra Pasifik. Faktor pemicu meliputi, Pemanasan suhu laut di wilayah ekuator Pasifik timur, melemahnya angin pasat yang biasanya mendorong air hangat ke barat dan pergeseran sirkulasi Walker, yaitu pola angin dan tekanan udara di kawasan tropis.

Perubahan iklim global ini akan memperbesar risiko pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca membuat suhu laut naik lebih cepat, sehingga El Nino lebih mudah mencapai intensitas ekstrim.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....