BMKG Prediksi Fenomena El Nino pada Semester Kedua
- 18 Apr 2026 13:52 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Beberapa wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Wilayah tersebut seperti Aceh dan Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, hingga Papua. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga memprediksi peluang berkembangnya fenomena El Niño pada semester kedua tahun ini.
Memasuki April 2026, kondisi El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) terpantau masih berada pada fase netral, namun pemodelan iklim menunjukkan bahwa ENSO dapat berkembang menjadi fase El Niño pada semester kedua tahun 2026.
| Baca juga: Mengenal Fenomena El Nino Godzilla |
Hal ini dijelaskan Kepala BMKG Maluku Tenggara, Oktovianus J. Zadrak kepada rri.co.id. Zadrak mengatakan, saat ini prediksi BMKG untuk intensitas El Niño berada pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang 50-80%, dan mencatat adanya kemungkinan kecil atau kurang dari 20% fenomena ini berkembang menjadi kategori kuat.
Menghadapi fenomena ini, Zadrak mengimbau masyarakat tetap bijak dan tetap berupaya beradaptasi dengan keadaan yang diprediksi dengan terus menjaga perilaku dan gaya hidup agar dampaknya tidak terasa secara siginfikan.
“Prakiraan iklimnya seperti itu, namun kita harus bijak karena penyebabnya tergantung dari kita manusia, jadi berdasarkan prakiraan iklim global, memang seperti itu, tapi kita tidak perlu panik atau khawatir, justru kita harus mempersiapkan diri,” kata Zadrak.
Zadrak menambahkan, BMKG mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menginterpretasikan data prediksi saat ini karena adanya fenomena penurunan drastis akurasi prediksi model cuaca dan iklim untuk ENSO saat belahan bumi utara melewati periode musim semi yakni pada Maret April Mei.
Fenomena El Nino diprediksi berpotensi terjadi di Indonesia selama musim kemarau tahun ini, sekitar April hingga Oktober 2026. Istilah ini ramai dibahas karena dikaitkan dengan potensi cuaca ekstrem berupa kemarau lebih panjang dan penurunan curah hujan di berbagai wilayah termasuk Maluku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....