Pangan Lokal yang Sangat Potensial di Ohoi Dunwahan

  • 22 Apr 2026 20:44 WIB
  •  Tual
Poin Utama
  • Ohoi Dunwahan memiliki sumber daya alam lokal yang sangat potensial

RRI.CO.ID, Langgur - Ohoi Dunwahan memiliki sumber daya alam lokal yang sangat potensial dan belum dioptimalkan untuk dimanfaatkan dalam intervensi gizi. Salah satunya adalah keberadaan keong laut dan berbagai jenis kerang laut yang melimpah di perairan sekitar.

Pantai Ohoi Dunwahan memiliki berbagai jenis kerang laut, termasuk kerang putih pipih yang biasa mengubur diri di pasir pantai saat air laut surut (meti). Jenis-jenis keong laut seperti Babylonia spirata, Telescopium telescopium, dan Nerita sp. sering ditemukan di perairan dangkal dan kawasan mangrove di sekitar desa. Namun, pemanfaatannya selama ini hanya sebatas konsumsi pribadi dalam bentuk rebusan atau tambahan dalam sayuran, tanpa pengolahan lebih lanjut sebagai produk bernilai gizi tinggi .

Salah satu anggota observer Muhammad Amrullah, menjelaskan tentang studi kandungan gizi menunjukkan bahwa keong laut mengandung protein sebesar 15– 22%, lemak sehat (omega-3), serta mineral seperti kalsium, fosfor, zat besi, dan zink. Kandungan-kandungan tersebut sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan teknologi sederhana, keong laut dapat diolah menjadi produk MP-ASI seperti abon, biskuit, atau tepung protein sebagai alternatif pangan lokal bergizi tinggi.

Pemanfaatan pangan lokal juga selaras dengan prinsip diet sehat berkelanjutan sebagaimana diusulkan oleh studi terbaru, yang menyatakan bahwa konsumsi makanan lokal yang bervariasi mendukung ketahanan pangan dan status gizi jangka Panjang .

"Dalam konteks budaya Kei, masyarakat Ohoi Dunwahan memiliki norma adat yang kuat terhadap alam, termasuk laut sebagai sumber penghidupan yang sakral. Pendekatan intervensi berbasis budaya dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap inovasi pangan. Misalnya, keterlibatan ibu-ibu dan tokoh adat dalam pembuatan produk MP-ASI berbasis keong laut berpotensi memperkuat kemandirian pangan keluarga serta mempercepat penurunan angka stunting melalui kolaborasi multisektor." Jelas Amrullah

Dari sisi sosial ekonomi, Ohoi Dunwahan belum tergolong sebagai komunitas produktif secara ekonomi. Tidak terdapat unit usaha mikro yang dikelola secara kolektif oleh masyarakat, khususnya perempuan. Mayoritas penduduk menggantungkan hidup dari hasil laut harian, dan belum memiliki keterampilan dalam pengolahan makanan atau manajemen usaha kecil. Hal ini menjadi alasan kuat bahwa intervensi melalui inovasi produk pangan lokal tidak hanya menyasar aspek gizi, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis keluarga .

Dokumentasi lapangan menunjukkan kondisi rumah tangga yang masih sederhana, dengan tingkat pendidikan ibu rumah tangga yang sebagian besar hanya tamat sekolah dasar. Hanya sekitar 15% ibu balita di desa ini yang pernah mengikuti pelatihan atau penyuluhan kesehatan dalam dua tahun terakhir. Situasi ini menandakan adanya kesenjangan informasi dan kapasitas, sehingga edukasi kesehatan dan pendampingan gizi berbasis partisipasi aktif sangat dibutuhkan untuk memperkuat ketahanan gizi keluarga.

Lanjut Amrullah, studi intervensi lokal-food-based complementary feeding (LFCF) di Jawa Timur juga menunjukkan bahwa pendekatan berbasis makanan lokal dalam pemberian MP-ASI efektif dalam memperbaiki status gizi anak dan layak direplikasi di daerah pesisir seperti Ohoi Dunwahan.

"Berpijak pada kondisi tersebut, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui pendekatan integratif: edukasi gizi berbasis budaya lokal dan inovasi produk MP-ASI dari keong laut." Papar Muhammad Amrullah

Program ini akan dirancang secara partisipatif bersama mitra Ohoi Dunwahan, dengan pelibatan ibu-ibu balita, kader posyandu, tokoh adat, dan tenaga kesehatan setempat. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan gizi balita, kegiatan ini juga diarahkan untuk menciptakan embrio unit usaha mikro berbasis rumah tangga yang mengolah produk keong laut secara berkelanjutan .

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....