Dinas Perikanan Malra Dorong Ikan Nelayan Masuk Rantai Pasok MBG

  • 19 Sep 2026 15:37 WIB
  •  Langgur

RRI.CO.ID, Langgur – Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara mendorong hasil tangkapan nelayan skala kecil masuk dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu upaya yang disiapkan yakni menghubungkan nelayan dengan kelompok pengolah ikan untuk menghasilkan produk olahan seperti bakso ikan, Sabtu (19/9/2026).

Langkah tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Perikanan Maluku Tenggara, Ruslan A. G. Ingratubun, dalam kegiatan Kolaborasi Pembelajaran Terbaik GEF 6 - CFI Indonesia untuk mendukung Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Pelatihan Pembuatan Bakso Ikan, di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Langgur, Selasa (8/9/2026).

Ruslana menjelaskan, penguatan rantai pasok tidak hanya berfokus pada penyediaan bahan pangan untuk MBG, tetapi juga membuka pasar bagi nelayan dan meningkatkan aktivitas kelompok pengolah ikan.

Menurutnya, nelayan skala kecil masih menghadapi keterbatasan pasar. Ketika hasil tangkapan tidak terserap di daerah, ikan berpotensi dijual kepada pembeli dari luar daerah dengan harga yang lebih rendah.

Karena itu, Dinas Perikanan mendorong keterhubungan antara kelompok nelayan sebagai penyedia bahan baku dengan kelompok perempuan atau pelaku usaha pengolahan ikan sebagai pengolah produk.

“Bapak-bapak menangkap ikan, kemudian datang mama-mama yang mengolah. Jadi hulu dan hilir ini harus tersambung,” kata Ruslan.

Ruslana mengatakan, bakso ikan menjadi salah satu bentuk diversifikasi produk yang dapat dikembangkan oleh kelompok pengolah. Produk tersebut tidak hanya memperpanjang pemanfaatan hasil perikanan, tetapi juga memberi peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pendapatan dari kegiatan pengolahan.

“Jangan sampai ikan ditangkap di hulu, tetapi di hilir kita tidak punya pengolahan. Kita ingin hasil perikanan ini memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Penguatan kelompok pengolah juga dilakukan melalui pelatihan, pendampingan, bantuan sarana pengolahan serta pengembangan kemitraan dengan berbagai pihak. Dinas Perikanan tetap berada pada fungsi pemberdayaan dan pengembangan kapasitas, sementara aspek manajerial usaha dapat dikembangkan bersama perangkat daerah yang membidangi koperasi dan UMKM.

Ruslana menambahkan, pengembangan sektor perikanan harus memberi manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Maluku Tenggara. Karena itu, produksi ikan tidak cukup hanya berhenti pada kegiatan penangkapan, tetapi harus dilanjutkan dengan pengolahan dan pemasaran.

“Kita tidak hanya bicara produksi, tetapi bagaimana produksi itu punya pasar. Kalau pasarnya jelas, nelayan menangkap, kelompok pengolah bekerja, dan masyarakat mendapatkan manfaat ekonominya,” ucapnya.

Melalui pola hulu-hilir tersebut, hasil perikanan lokal diharapkan memiliki pasar yang lebih jelas, sementara kelompok pengolah memperoleh bahan baku yang berkelanjutan. Di sisi lain, kebutuhan pangan bergizi dalam program MBG dapat dipenuhi dengan memanfaatkan potensi perikanan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....