Mahasiswa KKN UGM "Culture Shock" Lihat Pengolahan Enbal di Malra

  • 21 Jul 2026 13:03 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Mengabdi di wilayah kepulauan memberikan kesan mendalam sekaligus kejutan budaya (culture shock) bagi para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) 2026. Hal tersebut diutarakan langsung oleh Nazil Ardana, salah satu anggota tim KKN UGM yang bertugas di Ohoi Elaar Let, Ohoi Lamagorang, dan Ohoi Ngursoin, Kabupaten Maluku Tenggara kepada tim RRI saat dialog interaktif Pro 1 RRI Tual, Kamis (16/07) kemarin.

Sebagai mahasiswa jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM, Nazil mengaku terkejut saat melihat langsung proses pengolahan enbal oleh warga lokal. Singkong berakar yang secara alami mengandung racun sianida tinggi tersebut mampu diolah masyarakat secara tradisional hingga aman dikonsumsi menjadi makanan pokok. Pengetahuan lokal dalam menetralisir racun enbal ini menjadi pengalaman ilmiah yang berharga baginya.

Selain fenomena enbal, mahasiswa asal Lamongan, Jawa Timur, ini juga menaruh perhatian besar pada tingginya harga komoditas sayur-mayur di pasaran setempat. Nazil menilai pasokan sayur segar di ketiga ohoi tersebut terbilang cukup mahal untuk ukuran konsumsi harian masyarakat, yang kemungkinan dipengaruhi oleh tantangan logistik wilayah kepulauan.

Kondisi tersebut menggugah empati dan kepedulian Nazil sebagai mahasiswa teknik pertanian. Berangkat dari keresahan tersebut, ia berkeinginan kuat untuk melahirkan sebuah inovasi pangan atau sistem pertanian terjangkau yang kelak dapat diterapkan di Kepulauan Kei, agar masyarakat dapat menikmati sayur-mayur segar dengan harga yang lebih bersahabat.

Meski gagasan tersebut masih dalam tahap pemikiran dan pencarian formula yang tepat, Nazil berharap keresahannya ini bisa menjadi pijakan awal bagi riset berkelanjutan. Bagi Nazil dan tim KKN-PPM UGM, pengalaman culture shock di Elaar Let, Lamagorang, dan Ngursoin justru memperluas cara pandang mereka dalam melihat potensi serta tantangan nyata di daerah pesisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....