Diselimuti Potensi, Kecamatan Karamat Bidik Jadi Pusat Wisata Unggulan di Buol
- 27 Jun 2026 13:40 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol - Kecamatan Karamat kini tengah diproyeksikan menjadi pusat pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Buol. Berdasarkan informasi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Buol, wilayah pesisir ini dinilai memiliki daya tarik besar yang berpotensi mendongkrak perekonomian daerah melalui sektor pariwisata.
Hal tersebut diungkapkan dalam sebuah wawancara mengenai kesiapan dan upaya pemerintah setempat dalam mengoptimalkan potensi lokal yang ada. Menurut Camat Karamat, Salman Sauna, salah satu titik fokus utama pengembangan ini berada di Tanjung Dako.
Pihak Pemerintah Kecamatan Karamat menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi dan mengawal program-program yang diturunkan oleh dinas teknis terkait. Kehadiran pemerintah kecamatan difungsikan sebagai jembatan informasi dan penggerak massa di tingkat bawah.
"Tugas kami di kecamatan adalah memfasilitasi apa yang menjadi program dinas teknis. Ketika ada program atau informasi yang harus disampaikan, kami hadir di situ untuk menginformasikan, mengumpulkan masyarakat, dan bersama-sama turun ke lapangan," ujar Salman kepada RRI, Jumat 26 Juni 2026.
Meskipun secara teknis dan eksekusi lapangan berada di ranah dinas terkait, pihak kecamatan terus mendorong desa-desa di wilayahnya agar mampu melihat peluang ini.
Kecamatan Karamat mendorong penuh agar pengelolaan wisata di beberapa titik, seperti:
- Tanjung Dako
- Pulau Busak
- Tanjung Manis (Desa Lamakan)
- Wisata di wilayah Dusun II
- Hingga potensi di kawasan Mendan
dapat dikelola secara mandiri oleh desa melalui anggaran yang ada. Tujuannya adalah agar desa-desa tersebut memiliki Pendapatan Asli Desa (PADes) sendiri dan tidak hanya bergantung pada dana stimulan seperti Alokasi Dana Desa (ADD) atau Dana Desa (DD).
Pihak kecamatan mengaku sering memberikan masukan saat penyusunan anggaran desa agar sektor pariwisata ini mulai diprioritaskan.
Kendati memiliki potensi yang menjanjikan, pengembangan pariwisata di Karamat masih membentur sejumlah kendala. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat lokal.
Banyak masyarakat dan perangkat desa yang dinilai belum sepenuhnya memiliki visi jangka panjang mengenai prospek cerah industri pariwisata. Akibatnya, pemenuhan kebutuhan program lain yang dianggap lebih mendesak sering kali menggeser prioritas pengembangan wisata.
Salman bahkan sempat mewacanakan program studi banding ke daerah lain bagi aparatur desa. Hal ini dimaksudkan agar mereka dapat melihat langsung bagaimana daerah lain berhasil mendongkrak APBDes mereka melalui pengelolaan pariwisata yang profesional.
Potensi Karamat sebagai pusat rekreasi sebenarnya sudah terbukti secara alami. Di Kabupaten Buol, ruang publik atau tempat rekreasi bagi warga untuk melepas penat setelah rutinitas kerja dinilai masih sangat terbatas.
Kondisi ini membuat Tanjung Dako menjadi salah satu sasaran utama warga untuk berwisata. Pada hari-hari libur biasa, kawasan ini konsisten dipadati pengunjung. Lonjakan drastis bahkan terjadi pada momen libur besar seperti Hari Raya Lebaran, di mana kawasan pantai Tanjung Dako dipastikan padat merayap.
Melalui potensi yang nyata ini, Pemerintah Kecamatan Karamat berharap Dinas Pariwisata dan dinas teknis terkait dapat memberikan perhatian lebih, khususnya dalam hal penganggaran dan pembenahan infrastruktur secara menyeluruh. Jika dikelola secara profesional, kawasan pesisir Karamat diyakini akan menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang sangat menjanjikan di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....