Tabebuya Bermekaran, Jalur Dua Buol Bak Sakura Jepang

  • 17 Mei 2026 15:30 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol – Pemandangan berbeda tampak menghiasi kawasan Jalur Dua, pusat Kota Kabupaten Buol, dalam beberapa hari terakhir. Pohon-pohon Tabebuya yang berjajar rapi di median jalan mulai bermekaran dengan lebat, menghadirkan panorama indah bernuansa kuning yang memikat perhatian masyarakat.

Fenomena tahunan ini bahkan dijuluki warga sebagai “Musim Sakura di Buol”. Kelopak bunga yang bermekaran dan sebagian berguguran di sepanjang trotoar menciptakan suasana menyerupai musim semi di Jepang.

Antusiasme masyarakat terlihat setiap sore hari. Kawasan Jalur Dua dipadati warga dari berbagai kalangan, mulai dari remaja, keluarga, hingga pemburu konten media sosial yang datang untuk bersantai dan berswafoto dengan latar bunga Tabebuya yang sedang mekar sempurna.

Meski sering disebut bunga sakura lokal, tanaman tersebut sebenarnya adalah pohon Tabebuya (Handroanthus), tanaman asli Amerika Selatan seperti Brasil. Pohon ini dikenal cocok tumbuh di daerah tropis karena tahan terhadap cuaca panas dan memiliki perakaran yang kuat tanpa merusak trotoar maupun jalan.

Keunikan Tabebuya terletak pada proses mekarnya yang serempak setelah daunnya meranggas saat memasuki musim kemarau atau masa peralihan cuaca. Hal inilah yang membuat kawasan Jalur Dua tampak semakin asri dan estetik setiap tahunnya.

Salah seorang warga, Tina, mengaku sengaja datang bersama teman-temannya untuk menikmati suasana sekaligus membuat konten media sosial.

“ Sengaja sih singgah sore-sore ke sini sama teman-teman buat foto. Mumpung bunganya lagi lebat dan bagus sekali, mirip di luar negeri. Lumayan untuk konten di Instagram dan TikTok,” ujarnya kepada RRI.co.id, Minggu (17/05/2026).

Selain mempercantik wajah kota dan membantu menyaring polusi udara, mekarnya bunga Tabebuya juga membawa dampak ekonomi bagi pelaku UMKM di sekitar Jalur Dua. Pedagang makanan dan minuman mengaku omzet mereka meningkat karena ramainya warga yang datang menikmati suasana sore sambil berburu foto.

Namun demikian, pemerintah daerah dan penggiat lingkungan mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian pohon Tabebuya. Warga diminta tertib memarkir kendaraan, menjaga kebersihan, serta tidak memetik ataupun merusak dahan pohon agar keindahan “Sakura Lokal Buol” tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....