Psikiater Ingatkan Pentingnya Bijak Berbagi di Media Sosial

  • 18 Sep 2026 14:43 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, termasuk memahami ruang publik dan privat serta memilih komunitas yang tepat untuk berbagi.

Hal tersebut disampaikan Andreas dalam Podcast Suara Berkelas bersama host Bilal Faranov, episode ke-220 bertajuk “Kaitan Antara Kamar Berantakan, Overthinking, Kehilangan & Kesepian!”

dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ merupakan psikiater lulusan Universitas Indonesia yang aktif menjalankan praktik di Jakarta. Ia juga dikenal sebagai pembuat konten kesehatan mental dan penulis buku.

Dalam pembahasannya, Andreas menjelaskan bahwa keinginan untuk membagikan pencapaian merupakan hal yang wajar. Namun, cara dan tempat seseorang membagikan sesuatu perlu disesuaikan dengan konteks sosial dan audiens yang dituju.

Menurutnya, berbagi pencapaian dalam komunitas yang tepat dapat menjadi bentuk apresiasi sekaligus memperkuat hubungan sosial. Sebaliknya, berbagi di ruang yang tidak sesuai dapat menimbulkan persepsi berbeda dan berpotensi dianggap sebagai tindakan pamer.

Andreas menekankan pentingnya kemampuan seseorang dalam memahami batasan antara ruang publik, ruang privat, dan lingkungan pertemanan.

“Makanya itu kita juga perlu untuk belajar mungkin adulting juga ya, bagian di mana kita mengenali apa yang jadi public space, yang mana yang menjadi private space, yang mana menjadi circle kita. Kebanyakan masalah di sosial media itu karena sesuatu yang memang dia enggak pada tempatnya,” ujar Andreas.

Lebih lanjut, Andreas turut membahas persoalan kesepian yang masih banyak dialami masyarakat di tengah perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, penggunaan media sosial membuat seseorang terlihat terhubung dengan banyak orang, tetapi interaksi yang terjadi tidak selalu membentuk hubungan sosial yang bermakna. Interaksi yang bersifat superfisial dapat membuat seseorang tetap merasa kesepian meskipun aktif di dunia digital.

Untuk menjaga kesehatan sosial, interaksi secara langsung tetap penting dilakukan. Masyarakat perlu membangun hubungan yang berkualitas melalui komunikasi dan pertemuan tatap muka, serta tidak menjadikan dunia digital sebagai satu-satunya sumber koneksi sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....