Ustadz Ahmad Soroti Peran Ayah dan Kesehatan Mental Laki-Laki

  • 27 Agt 2026 12:25 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli : Pendakwah, dosen dan penulis, Ustadz Ahmad Faris BQ, Lc, M.Si., menyoroti pentingnya kehadiran ayah, dukungan sosial serta penguatan keimanan dalam membentuk mental dan spiritual anak, khususnya di tengah kehidupan masyarakat urban. Hal tersebut disampaikan Ustadz Ahmad Faris dalam podcast Suara Berkelas bersama Bilal Faranov bertajuk “Stop Mengeluh! Yang Kamu Benci Hari Ini, Akan Kamu SYUKURI Di Masa Depan!” episode #188.

Dalam diskusi tersebut, Ustadz Ahmad Faris menjelaskan bahwa ketidakhadiran sosok ayah, baik secara fisik maupun emosional, dapat memengaruhi proses pembentukan karakter dan kondisi mental anak. Menurutnya, persoalan tersebut menjadi tantangan tersendiri di lingkungan perkotaan, sehingga diperlukan riset serta strategi dakwah yang mampu menjawab kebutuhan spiritual masyarakat urban, khususnya generasi muda.

Ia mengutip data Riset Iman Path tahun 2012 yang disebut menunjukkan bahwa anak-anak di Jakarta mengonsumsi tayangan infotainment dalam jumlah sangat tinggi, yang banyak memuat pemberitaan mengenai perselingkuhan, perceraian dan konflik. Di sisi lain, waktu interaksi anak dengan ayah disebut relatif terbatas, bahkan kurang dari dua jam dalam sehari. Kondisi tersebut semakin menjadi persoalan ketika waktu yang tersedia untuk bersama anak juga diisi dengan kesibukan pekerjaan.

Menurut Ustadz Ahmad Faris, kondisi tersebut dapat membuat sebagian anak mengalami kekosongan hubungan secara emosional dengan ayah, meskipun secara fisik masih memiliki sosok ayah. Selain persoalan keluarga, ia juga menyoroti pentingnya dukungan sosial bagi laki-laki dalam menjaga kesehatan mental. Menurutnya, sebagian laki-laki menghadapi trauma dan kesepian, namun tidak memiliki ruang yang cukup untuk bercerita maupun mendapatkan dukungan dari lingkungan.

Kondisi tersebut, kata dia, dapat semakin berat ketika seseorang terus menerima perkataan negatif dari orang lain yang kemudian memengaruhi suasana hati dan kondisi mental.

“Saat kita sedang terpuruk, saat kita merasa bahwa tidak ada teman untuk bercerita, kenapa kata-kata Allah yang terbukti, tidak bisa diubah, terbukti kebenarannya sudah belasan abad sampai sekarang itu? Itu enggak ngaruh ke dalam diri kita. Di mana kedudukan Allah di dalam diri kita tuh? Itu cara kita tadi memandang segala sesuatu tadi,” ujar Ustadz Ahmad Faris.

Ia menegaskan, keimanan dan pengenalan kepada Allah SWT seharusnya menjadi salah satu sumber kekuatan utama ketika seseorang menghadapi persoalan hidup. Menurutnya, perasaan ditinggalkan atau tidak memiliki tempat untuk bergantung dapat muncul ketika hubungan spiritual seseorang dengan Allah SWT tidak dibangun secara kuat. Padahal, dalam perspektif Islam, Allah SWT tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.

Ia mengajak masyarakat untuk membangun lingkungan keluarga dan sosial yang lebih suportif, menghadirkan peran ayah secara fisik maupun emosional, serta memperkuat keimanan sebagai bagian dari upaya membangun mental yang sehat dan stabil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....