Tolitoli Catat Penurunan Signifikan Angka Stunting 2025
- 20 Jan 2026 10:09 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Pemerintah Kabupaten Tolitoli melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) melaporkan tren positif dalam penanganan stunting di wilayahnya. Sekretaris DP2KB Kabupaten Tolitoli, Erlianti Fatah Hakim, menyebut angka prevalensi stunting di Tolitoli mengalami penurunan signifikan hingga mencapai 27 persen pada tahun 2025.
Data menunjukkan angka stunting di Tolitoli sebelumnya sempat berfluktuasi, dimulai dari 29,3 persen pada tahun 2021, naik menjadi 30,7 persen, lalu turun ke 29 persen, hingga akhirnya menyentuh 27 persen berdasarkan survei gizi terbaru. Prestasi ini juga membawa Kabupaten Tolitoli meraih penghargaan sebagai terbaik ketiga di Sulawesi Tengah dalam pelaksanaan aksi konvergensi penanganan stunting.
“Meskipun ada penurunan, kita tidak boleh terlena. Fokus utama kita sekarang adalah menjaga kondisi yang ada dan melakukan pencegahan terhadap munculnya kasus-kasus baru,” ujar Erlianti dalam dialog bersama RRI, Kamis (15/01/2026).
Erlianti mengakui tantangan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi yang mencapai hampir Rp2 miliar. Namun, hal ini tidak menyurutkan langkah pemerintah daerah untuk mengoptimalkan program strategis, seperti:
Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting): Memberikan edukasi pemenuhan gizi keluarga di seluruh Kampung KB.
Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting): Melibatkan partisipasi aktif berbagai pihak sebagai orang tua asuh anak berisiko stunting.
Reaktivasi Posyandu: Posyandu menjadi garda terdepan untuk memantau tumbuh kembang bayi secara rutin guna deteksi dini kasus baru.
Erlianti menekankan pentingnya pelimpahan kewenangan ke tingkat kecamatan sebagai eksekutor di lapangan. Dukungan penuh dari Ketua DPRD Tolitoli yang juga Wakil Ketua TPPS Kabupaten memastikan penanganan stunting tetap mendapat perhatian meski anggaran terbatas.
“Harapan kami, dengan kerja maksimal dari TPPS mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, angka ini bisa terus turun menuju target nasional 14 persen,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....