Lapas Kelas III Leok Pamerkan Karya WBP di Buol Creative Fest
- 04 Okt 2026 18:15 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol - Suasana Gekrafs Buol Creative Fest yang dibuka pada Kamis malam, 1 Oktober 2026 di alun-alun kantor Bupati Buol, tampak semakin semarak dengan hadirnya stan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Leok. Di tengah deretan produk kreatif yang dipamerkan, karya warga binaan pemasyarakatan (WBP) turut menjadi bagian dari geliat ekonomi kreatif di Kabupaten Buol.
Keikutsertaan Lapas Kelas III Leok menjadi ruang bagi para WBP untuk memperkenalkan hasil keterampilan mereka kepada masyarakat. Beragam produk dipajang dengan rapi, memperlihatkan kreativitas yang tumbuh di balik tembok pemasyarakatan sekaligus menjadi bukti bahwa tangan-tangan warga binaan mampu menghasilkan karya bernilai guna.

Kasubsi Pembinaan Lapas Kelas III Leok, Rahima Usman, S.Sos., mengatakan keikutsertaan dalam kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk mempromosikan produk hasil karya para WBP. “Kami ingin mempromosikan produk-produk hasil karya WBP agar masyarakat lebih mengenal dan mengapresiasi hasil pembinaan yang mereka lakukan,” ujar Rahima.
Produk yang dipamerkan cukup beragam, mulai dari tempat tisu, papan nama, tempat Al-Qur'an, tempat air minum, jam dinding, hingga berbagai hasil kerajinan lainnya. Setiap produk membawa cerita tentang proses pembinaan dan keterampilan yang diasah para WBP, seperti secercah cahaya yang tumbuh dari ruang pembinaan.
Menurut Rahima, keikutsertaan Lapas dalam kegiatan tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden melalui Asta Cita, khususnya dalam mendorong dan menyukseskan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pameran ini sekaligus menjadi kesempatan untuk membuka ruang pemasaran yang lebih luas bagi produk hasil pembinaan di dalam lapas.
Dari sisi hasil penjualan, Rahima menjelaskan terdapat ketentuan yang mengatur pembagian keuntungan bagi WBP. “Ketika ada keuntungan dari hasil penjualan, WBP juga mendapatkan premi. Itu sudah menjadi ketentuan dari menteri,” katanya. Mekanisme tersebut menjadi bentuk penghargaan atas keterampilan dan hasil kerja yang telah mereka lakukan selama mengikuti program pembinaan.
Selain memberikan manfaat bagi WBP, hasil penjualan produk juga memiliki kontribusi bagi negara melalui penyetoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Dengan begitu, karya yang lahir dari proses pembinaan tidak hanya menjadi pajangan di sebuah festival, tetapi juga bergerak menjadi produk bernilai ekonomi yang memberi manfaat bagi WBP, masyarakat, dan negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....