Pancasila Tetap Relevan di tengah Arus Informasi Digital
- 04 Okt 2026 17:33 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Pancasila dinilai tetap relevan sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial yang semakin pesat.
Tokoh Pemuda Dampelas, Opick Delian Alindra, S.H., CPS, mengatakan Pancasila merupakan fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, Pancasila tidak hanya menjadi landasan penyelenggaraan negara, tetapi juga pedoman masyarakat dalam bersikap, bertindak dan berperilaku di tengah keberagaman.
“Pancasila bukan hanya landasan bernegara atau landasan hukum, tetapi juga menjadi pedoman hidup sebagai warga negara. Dari sana kita mendapatkan petunjuk bagaimana bersikap, bertindak dan berperilaku sebagai masyarakat yang memiliki keberagaman budaya dan sejarah,” ujar Opick kepada RRI.co.id, Kamis (1/10/2026).
Ia menilai nilai-nilai Pancasila semakin penting diterapkan di tengah maraknya penyebaran informasi yang belum terverifikasi melalui media sosial. Masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkan maupun memberikan komentar.
“Kurangnya pengetahuan dan kesadaran bermasyarakat terkadang membuat orang tidak memvalidasi informasi terlebih dahulu sebelum berkomentar atau menyebarkannya. Padahal, informasi yang tidak benar dapat memancing kemarahan publik, bahkan memicu kebencian antarkelompok,” jelasnya.
Opick menjelaskan, nilai Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan masyarakat mengedepankan nilai agama dalam menyikapi informasi. Sementara nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengingatkan masyarakat untuk tetap menghargai sesama saat menyampaikan pendapat, termasuk di ruang digital. Nilai Persatuan Indonesia juga harus menjadi pegangan dalam menghadapi perbedaan agama, suku, budaya maupun pandangan.
Menurutnya, sila keempat mengajarkan masyarakat menghormati sistem demokrasi dan prosedur yang berlaku dalam kehidupan bernegara, sedangkan sila kelima dapat diwujudkan melalui sikap adil dalam kehidupan sehari-hari, termasuk terhadap lingkungan dan sesama. Penerapan nilai Pancasila, kata dia, menjadi tanggung jawab bersama dan dapat dikampanyekan melalui media sosial.
“Penerapan nilai-nilai Pancasila tidak bisa hanya dilakukan oleh satu golongan atau satu pihak. Masyarakat juga memiliki peran, termasuk dengan mengkampanyekan nilai-nilai Pancasila melalui media sosial dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Opick menambahkan, lingkungan pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Guru, dosen, tenaga pendidik dan akademisi diharapkan memberikan pemahaman yang baik kepada pelajar dan mahasiswa. Ia juga menilai kegiatan seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya di berbagai instansi tidak cukup dilakukan secara seremonial, tetapi harus dihayati dan diwujudkan melalui perilaku sehari-hari sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....