BPS Tolitoli: Desil Bukan Penentu Tunggal Penerima Bantuan

  • 29 Sep 2026 14:33 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tolitoli, Muhammad Zein, S.ST., M.P.W.P., menegaskan bahwa desil harus dipahami sebagai gambaran posisi relatif kesejahteraan masyarakat, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi seseorang maupun dasar utama dalam menentukan penerimaan program bantuan pemerintah.

Menurut Muhammad Zein, pemahaman masyarakat terhadap desil perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, khususnya dalam melihat posisi sosial ekonomi keluarga dalam sistem pendataan pemerintah. Desil merupakan bagian dari pengelompokan kondisi sosial ekonomi masyarakat berdasarkan hasil pengolahan data.

Ia menjelaskan, posisi desil seseorang harus dipahami dalam konteks keseluruhan data sosial ekonomi. Dengan demikian, masyarakat tidak semestinya menjadikan angka atau posisi desil sebagai satu-satunya ukuran untuk menentukan kondisi kesejahteraan maupun kelayakan memperoleh bantuan pemerintah.

Muhammad Zein juga mengingatkan masyarakat agar terbuka dan memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya selama proses pendataan berlangsung. Menurutnya, kelengkapan informasi menjadi bagian penting dalam menghasilkan data yang menggambarkan kondisi masyarakat secara lebih akurat.

“Saya menekankan pentingnya menyampaikan seluruh bukti dan konsekuensinya berdasarkan data yang benar dan jujur. Sebab, data yang benar dan jujur dari masyarakat merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam proses pendataan,” ujarnya saat diwawancarai rri.co.id, Senin (28/9/2026).

Ia menambahkan, kualitas data sangat bergantung pada kejujuran masyarakat dalam menyampaikan informasi sesuai kondisi sebenarnya. Data tersebut selanjutnya menjadi bagian dari proses pengolahan untuk menghasilkan informasi sosial ekonomi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

BPS Kabupaten Tolitoli berharap masyarakat dapat memahami bahwa data sosial ekonomi bukan sekadar angka atau pengelompokan, melainkan salah satu instrumen penting untuk menggambarkan kondisi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya melihat desil sebagai penentu penerimaan bantuan, tetapi juga memahami pentingnya akurasi, kelengkapan, dan kejujuran dalam setiap proses pendataan sosial ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....