Layanan Healing 119 Ramai, Psikolog Masih Terbatas
- 22 Sep 2026 16:16 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Ramainya pemberitaan mengenai antrean layanan kesehatan jiwa melalui Healing 119 menjadi perhatian pemerintah. Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menyebut tingginya permintaan layanan tersebut menunjukkan masih banyak persoalan kesehatan jiwa di masyarakat yang sebelumnya belum terdeteksi.
Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kondisi tersebut semakin terlihat setelah pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis atau CKG menemukan lebih banyak persoalan kesehatan jiwa di tengah masyarakat.
“Kelihatan bahwa memang ada masalah kesehatan jiwa, dan cukup banyak,” ujar Budi Gunadi Sadikin.
Menurutnya, tingginya permintaan terhadap layanan Healing 119 saat ini belum sebanding dengan kapasitas tenaga pendamping psikolog yang tersedia. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam memberikan layanan kesehatan jiwa kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam satu shift selama tiga jam, layanan Healing 119 dapat diakses sekitar 500 hingga 800 orang. Sementara itu, jumlah psikolog yang bertugas dalam layanan tersebut hanya sekitar lima orang.
Keterbatasan tenaga pendamping membuat durasi konseling harus dibatasi maksimal 30 menit. Selain itu, sistem triase diterapkan untuk menentukan prioritas penanganan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan lebih lanjut.
Pembatasan durasi konseling dilakukan agar layanan kesehatan jiwa melalui Healing 119 dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Sistem triase juga menjadi bagian penting untuk memastikan pengguna dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat diprioritaskan.
Tingginya akses terhadap Healing 119 sekaligus menjadi gambaran bahwa kebutuhan layanan kesehatan jiwa di masyarakat cukup besar. Pemerintah terus mendorong agar persoalan kesehatan jiwa dapat lebih cepat terdeteksi sehingga masyarakat memperoleh dukungan dan penanganan yang sesuai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....