Damkar Buol Kekurangan Armada Hadapi Ancaman Kebakaran

  • 21 Sep 2026 15:33 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, BUOL — Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan akibat musim kemarau panjang dan fenomena El Niño, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Buol masih menghadapi keterbatasan armada operasional.

Saat ini, Damkar Buol hanya didukung tiga unit mobil pemadam kebakaran. Namun, sebagian armada tersebut telah berusia cukup tua sehingga tidak lagi bekerja secara maksimal, terutama ketika digunakan untuk menangani kebakaran di wilayah luar kota.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buol, Nasir Andi Maka, mengatakan keterbatasan armada menjadi salah satu kendala dalam memaksimalkan penanganan kebakaran di wilayah Kabupaten Buol.

Menurut Nasir, Pemerintah Kabupaten Buol telah mengadakan satu unit armada pemadam kebakaran baru berkapasitas 4.000 liter dengan model double cabin. Armada tersebut diharapkan dapat menambah kekuatan Damkar dalam menangani kejadian kebakaran.

“Armada tersebut sebenarnya telah tiba di Buol pada Juni lalu. Namun, karena masih terdapat kendala teknis, kendaraan pemadam baru itu belum dapat dioperasikan secara maksimal dan ditargetkan segera digunakan untuk mendukung operasional Damkar dalam waktu dekat,” kata Nasir, Senin (21/9/2026).

Selain penambahan armada, Nasir menilai keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran juga sangat penting. Masyarakat diharapkan dapat membantu mencegah kebakaran sekaligus mempercepat pelaporan apabila terjadi kebakaran di lingkungan masing-masing.

Nasir mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau panjang dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menghindari aktivitas pembakaran saat membuka lahan maupun membakar sampah. Kondisi cuaca panas disertai hembusan angin dapat membuat api lebih cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Buol meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran. Langkah tersebut dinilai penting agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin dan mencegah api meluas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....