Kader Jadi Mata dan Telinga Dinkes Deteksi Kusta di Parigi Moutong
- 18 Sep 2026 15:02 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Kedekatan kader kesehatan dengan masyarakat menjadi pintu awal dalam menemukan tanda-tanda kusta di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Posisi mereka yang bersentuhan langsung dengan keluarga dan lingkungan warga dinilai strategis untuk mempercepat penemuan kasus sejak dini.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Parigi Moutong pun memperkuat kemampuan kader melalui On The Job Training (OJT) pelaksanaan Active Case Finding (ACF) dan kemoprofilaksis kusta. Kegiatan yang berlangsung pada 15–16 September 2026 itu diikuti petugas Puskesmas dan kader kesehatan sebagai bagian dari penguatan program pengendalian kusta di tengah masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Parigi Moutong Darlin mengatakan kader perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar mampu mengenali tanda kusta, memberikan edukasi, hingga membantu pelaporan kasus secara tepat. “Melalui pelatihan ini, saya berharap seluruh peserta dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam mendeteksi, mendiagnosis, menangani, serta melakukan pelaporan kasus kusta dan frambusia secara tepat dan terintegrasi,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan penemuan kasus di lapangan, kader dibekali kemampuan mengenali gejala awal, salah satunya bercak pada kulit yang mengalami mati rasa. Temuan itu kemudian dapat disampaikan kepada petugas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut di Puskesmas, sehingga tanda yang semula tampak sederhana tidak luput dari perhatian.
Tugas kader juga menjadi jembatan pengetahuan bagi keluarga dan masyarakat. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, mereka diharapkan mampu menjelaskan kusta sekaligus mendorong warga untuk berani memeriksakan diri ketika menemukan gejala yang mengarah pada penyakit tersebut. Langkah kecil dari rumah ke rumah dapat menjadi jalan panjang menuju penemuan kasus yang lebih cepat.
Darlin menilai edukasi secara berkelanjutan memiliki peran penting dalam mengurangi stigma yang masih melekat pada kusta. Menurutnya, penderita dan keluarganya perlu mendapatkan pelayanan secara manusiawi serta terbebas dari perlakuan diskriminatif. “Edukasi dan pendekatan yang baik kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam keberhasilan program kesehatan,” katanya.
Selain deteksi dini, OJT turut memberikan pemahaman mengenai kemoprofilaksis bagi kontak yang memenuhi kriteria sebagai salah satu upaya pencegahan kusta. Dinkes Parimo berharap penguatan kapasitas ini membuat kader semakin kokoh sebagai penghubung antara warga dan layanan kesehatan, sehingga informasi mengenai kusta lebih cepat sampai dan akses pemeriksaan semakin terbuka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....