Dinsos Tolitoli Go To School Edukasi Siswa Cegah Judi Online

  • 14 Sep 2026 11:48 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli melalui program Dinsos Go To School menggelar edukasi pencegahan judi online sekaligus penguatan literasi sosial bagi siswa Madrasah Aliyah (MA) Alkhairaat Kalangkangan, Kamis, 10 September 2026.

Kegiatan tersebut dibuka dengan sambutan Wakamad Kesiswaan MA Alkhairaat Kalangkangan, Mohammad Saleh, SE. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli serta Kementerian Sosial melalui pendamping sosial yang telah melaksanakan kegiatan edukasi tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting bagi para siswa, terutama dalam memberikan pemahaman terkait berbagai layanan sosial, termasuk pengurusan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP) yang kerap terkendala persoalan desil Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Penyuluh Sosial Ahli Muda Dinas Sosial Tolitoli, Arifuddin Biki, SST., MPS., SP., dalam pemaparannya menjelaskan perkembangan data penerima bantuan sosial di Kabupaten Tolitoli.

Ia menyebutkan, sebanyak 2.582 kepala keluarga (KK) di Tolitoli dinonaktifkan dari data penerima bantuan sosial. Sebagian dari mereka juga tidak mendapatkan bantuan pangan berupa beras karena termasuk dalam data yang dinonaktifkan sebelum 1 Juli 2026, atau sebelum periode pengambilan DTSEN yang menjadi dasar data penerima bantuan CPP.

Selain membahas data sosial, Arifuddin juga memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bagaimana indikasi keterlibatan judi online dapat terdeteksi.

Ia menjelaskan, proses pendeteksian dilakukan melalui pemantauan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Karena nomor telepon seluler, rekening, maupun dompet digital terhubung dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK), masyarakat perlu menjaga identitas pribadi dan tidak sembarangan meminjamkan atau menggunakan identitas untuk kepentingan orang lain.

Sementara itu, Pendamping Sosial Kementerian Sosial, Muclhis, S.Pd., yang turut memfasilitasi pelaksanaan kegiatan sekaligus menjadi salah satu narasumber, menyampaikan materi mengenai dampak judi online terhadap keluarga.

Ia menekankan bahwa ketika seorang anak terindikasi terlibat judi online, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh anak tersebut, tetapi juga dapat merembet kepada seluruh anggota keluarga.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Tolitoli, Tri Wahyudi, SST., MM., mengatakan kegiatan Go To School tidak hanya ditujukan untuk memberikan edukasi tentang bahaya judi online. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana menumbuhkan keberanian dan meningkatkan literasi siswa dalam mengurus berbagai layanan sosial secara mandiri.

Menurut Tri Wahyudi, siswa saat ini merupakan generasi yang kritis dan tidak boleh dianggap buta terhadap literasi. Justru, kata dia, para siswa relatif lebih cepat beradaptasi dalam memanfaatkan perkembangan teknologi.

Namun, kemudahan teknologi juga memiliki sisi negatif. Salah satunya adalah banyaknya aplikasi dan permainan yang tanpa disadari memiliki keterkaitan atau terafiliasi dengan aktivitas judi online.

"Materi utama dalam kegiatan ini adalah menjadi siswa emas. Jangan penasaran dengan game dan aplikasi, jangan coba-coba, jangan melakukan top up atau deposit, jangan pinjamkan identitas, dan jangan diam kalau sudah terdeteksi atau mengalami kecanduan," tegasnya.

Tri Wahyudi menilai antusiasme siswa selama kegiatan cukup tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan kritis yang disampaikan para peserta.

Menurutnya, respons tersebut menjadi hal yang membanggakan bagi Dinas Sosial karena menunjukkan bahwa para siswa telah memiliki pemahaman dan kemampuan literasi yang baik.

Selain edukasi pencegahan judi online, kegiatan Dinsos Go To School juga memberikan pembelajaran praktis mengenai cara memperbarui data desil melalui situs resmi yang dapat dilakukan secara mandiri oleh siswa.

Para siswa diberikan pemahaman bahwa pembaruan data desil dapat menjadi salah satu langkah penting dalam proses pengusulan PIP/KIP, khususnya bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Dengan pemahaman tersebut, Dinas Sosial berharap para siswa dapat lebih berani dan mandiri dalam melakukan pengecekan serta pembaruan data sosial ekonomi keluarganya sehingga mereka yang memenuhi kriteria dapat memperoleh akses bantuan pendidikan.

Di akhir kegiatan, Tri Wahyudi berharap pengetahuan yang diperoleh siswa tidak berhenti pada diri mereka sendiri. Para siswa diharapkan dapat membantu teman, keluarga, maupun masyarakat di sekitarnya dalam memahami bahaya judi online, melakukan pengecekan desil, serta memperbarui data DTSEN.

Ia juga mengajak siswa mengubah rasa penasaran terhadap aplikasi dan permainan menjadi rasa penasaran yang positif, salah satunya dengan aktif mengecek dan memperbarui data sosial ekonomi.

"Dengan begitu, kita bisa bersama-sama membantu tetangga dan keluarga lainnya. Data yang valid akan mendukung terwujudnya bantuan sosial yang tepat sasaran," pungkas Tri Wahyudi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....