RDP Bahas Kebakaran 418 Pohon Cengkeh di Kelurahan Nalu
- 13 Sep 2026 14:24 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Umum yang diajukan Kelompok Tani Pekebun Cengkeh Sumalikat, Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, digelar Kamis, 10 September 2026. Rapat tersebut membahas musibah kebakaran yang menghanguskan sejumlah kebun cengkeh milik masyarakat.
Kebakaran diduga terjadi akibat kegiatan pembersihan area kebun dengan cara membakar sisa hasil parasan rumput. Kondisi musim kemarau yang kering turut meningkatkan risiko api menjalar hingga menyebabkan kebakaran meluas ke area perkebunan masyarakat.
RDP Umum tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli, Kelompok Tani Pekebun Cengkeh Sumalikat selaku korban kebakaran, Ucok sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan pembersihan lahan, Forkopimda, jajaran Polres Tolitoli, Koramil 1305-01 Baolan, serta sejumlah awak media.
Dalam proses mediasi, Kelompok Tani Sumalikat menyampaikan kerugian akibat kebakaran yang menghanguskan kurang lebih 418 pohon cengkeh. Luas area perkebunan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar tiga hektar.
Melalui musyawarah antara Kelompok Tani Sumalikat dan Ucok, disepakati sejumlah langkah penyelesaian. Salah satunya, pohon cengkeh yang terbakar akan diberikan penggantian sebesar Rp400 ribu untuk setiap pohon.
Selain itu, pemerintah melalui Dinas Perkebunan akan membantu petani yang terdampak musibah dengan memberikan bibit cengkeh siap tanam serta pupuk. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu petani memulihkan kembali kebun yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli, Jemi Yusuf, berharap kesepakatan yang dicapai melalui proses musyawarah dapat menjadi solusi terbaik bagi masyarakat yang mengalami musibah kebakaran kebun cengkeh. “Kami berharap kesepakatan ini menjadi solusi terbaik bagi masyarakat yang terdampak,” ujarnya. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembersihan lahan, terutama pada musim kemarau dengan kondisi cuaca yang sangat kering.
Jemi Yusuf mengimbau masyarakat menghindari pembakaran sisa hasil pembersihan kebun selama musim kemarau dan mengutamakan metode yang lebih aman. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran lahan dan perkebunan, terlebih kondisi cuaca ekstrem dapat membuat api lebih cepat menjalar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....