Panen Perdana Jagung Hibrida Dongkrak Ekonomi Petani Kabetan

  • 11 Sep 2026 13:35 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Para petani di Desa Kabetan menggelar panen perdana tanaman jagung hibrida di atas lahan percontohan seluas puluhan hektare, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan perekonomian sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat desa.

Panen perdana dihadiri aparat pemerintah desa, perwakilan Dinas Pertanian, serta puluhan anggota kelompok tani Desa Kabetan. Antusiasme warga terlihat saat para petani memetik tongkol jagung hasil budidaya perdana yang menandai dimulainya masa panen secara menyeluruh.

Program penanaman jagung hibrida tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Kabetan dan kelompok tani setempat, dengan dukungan bantuan bibit unggul serta pendampingan teknis dari dinas terkait. Optimalisasi lahan produktif dilakukan dengan mengubah lahan tidur menjadi kawasan pertanian berkelanjutan yang memiliki nilai ekonomi.

Berdasarkan hasil ubinan sementara yang dilakukan bersama petugas penyuluh lapangan, produktivitas jagung di Desa Kabetan dinilai telah mencapai target awal yang ditetapkan. Penggunaan varietas hibrida dan penerapan teknik budidaya modern turut meningkatkan kualitas hasil panen, dengan bulir jagung yang lebih padat dan berisi serta memiliki ketahanan terhadap serangan hama lokal.

Ali, anggota Kelompok Tani Mekar Jaya sekaligus perangkat Desa Kabetan, mengatakan keberhasilan panen perdana tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras petani yang didukung tata kelola pertanian yang tepat dapat memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Panen perdana ini bukan sekadar memetik hasil tanam, melainkan langkah awal Desa Kabetan untuk mandiri secara pangan dan meningkatkan taraf hidup para petani kita,” ujar Ali kepada RRI.co.id, Rabu (9/9/2026).

Ali menambahkan, Pemerintah Desa Kabetan berencana memperluas areal tanam jagung pada periode berikutnya. Selain itu, sarana dan prasarana pendukung akan terus dilengkapi, termasuk mesin pengering atau dryer dan alat pemipil jagung untuk mendukung proses pascapanen.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas hasil panen sekaligus mengurangi kehilangan hasil setelah jagung dipanen. Dengan demikian, produk jagung Desa Kabetan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi yang lebih besar bagi para petani secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....