Ribuan Hektare Terbakar, Sulteng Perkuat Antisipasi Karhutla
- 09 Sep 2026 13:34 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan tren yang perlu diwaspadai. Berdasarkan data aplikasi Sipongi Kementerian Kehutanan, luas lahan yang terbakar secara akumulasi sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 3.138,08 hektare. Angka tersebut menempatkan Sulawesi Tengah di peringkat ke-13 secara nasional dalam luasan lahan terbakar.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. H. Susanto Wibowo, S.Hut., M.Si., IPU, pada Selasa, 8 September 2026 mengatakan pihaknya telah mengambil langkah antisipasi dengan memerintahkan sejumlah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla. Menurutnya, kondisi tahun ini perlu mendapat perhatian serius karena potensi kebakaran masih cukup tinggi.
“Potensi karhutla tahun ini cukup tinggi. Sesuai data dari aplikasi Sipongi Kementerian Kehutanan, luas lahan yang terbakar secara akumulasi dari Januari hingga Agustus 2026 sekitar 3.138,08 hektare di Provinsi Sulawesi Tengah,” kata Susanto.
Ia mengimbau seluruh KPH di Sulawesi Tengah memperkuat koordinasi dengan tim Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni. Kolaborasi juga dilakukan bersama Polisi Kehutanan (Polhut) serta masyarakat peduli api untuk mempercepat deteksi dan penanganan apabila titik api muncul di wilayah kerja masing-masing.
“Teman-teman dari KPH se-Provinsi Sulawesi Tengah kami minta terus bekerja sama dengan tim PPI dari Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni, teman-teman Polhut, serta masyarakat peduli api,” ujar Susanto.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah telah membentuk masyarakat peduli api di seluruh unit pelaksana teknis (UPT) KPH. Kelompok masyarakat tersebut diharapkan menjadi garda terdepan di tingkat lapangan, terutama dalam mengenali potensi kebakaran sejak dini dan melakukan langkah awal sebelum api menjalar lebih luas.
Selain pembentukan kelompok masyarakat peduli api, setiap KPH juga telah mendapat dukungan berupa peralatan sederhana untuk membantu penanggulangan karhutla. Susanto berharap kesiapsiagaan seluruh unsur dapat terus diperkuat sehingga kobaran api tidak berubah menjadi bencana yang meluas, sekaligus menjaga hutan dan lahan Sulawesi Tengah tetap menjadi bentang alam yang terlindungi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....