Menanti Pemerataan Makan Bergizi Gratis di Parigi Moutong
- 08 Sep 2026 16:12 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terus berjalan dengan dukungan 18 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, layanan tersebut belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah di kabupaten yang memiliki 23 kecamatan itu.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Parigi Moutong, Mohammad Bahri Korompot saat diwawancara oleh RRI pada Senin, 7 September 2026, mengatakan dari 23 kecamatan, baru 13 kecamatan yang telah terlayani dapur SPPG. Kondisi ini membuat pemerataan penerima manfaat MBG masih menjadi pekerjaan yang perlu terus didorong.
Sebaran dapur SPPG saat ini meliputi satu titik di Kecamatan Moutong, Taopa, Tinombo, Ampibabo, Parigi Utara, Parigi Tengah, Parigi Barat, dan Parigi Selatan. Sementara Kecamatan Kasimbar memiliki tiga titik dan Parigi Kota menjadi wilayah dengan jumlah dapur terbanyak, yakni empat titik.
Di Kecamatan Sidoan, satu dapur SPPG masih dalam status suspend karena tengah menjalani pengerjaan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL). Sementara dapur SPPG di Kecamatan Sausu dan Torue masing-masing masih tutup sementara.
Bahri menjelaskan, layanan MBG tidak hanya diperuntukkan bagi peserta didik, tetapi juga menyasar kelompok 3B, yakni balita, ibu menyusui, dan ibu hamil. Ketiga kelompok tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui program nasional tersebut.
“SPPG tersebut melayani untuk peserta didik dan 3B, yakni balita, ibu menyusui dan ibu hamil,” kata Bahri.
Keterbatasan jangkauan juga terlihat di Kecamatan Tinombo. Di wilayah tersebut baru tersedia satu dapur SPPG, sementara jumlah calon penerima manfaat cukup besar. Berdasarkan regulasi, satu dapur SPPG maksimal melayani 3.000 penerima manfaat, terdiri atas 2.500 peserta didik dan 500 penerima manfaat dari kelompok 3B.
Kondisi itu pula yang menjadi salah satu alasan munculnya informasi mengenai seorang guru di Desa Tibu, Kecamatan Tinombo yang menjalankan MBG secara mandiri di sekolahnya. Bahri menyebut, sekolah tersebut belum terjangkau layanan SPPG karena kapasitas dapur yang tersedia telah memiliki batas pelayanan.
“Di Kecamatan Tinombo secara sebaran penerima manfaat, baik siswa maupun 3B, sangat banyak. Saat ini keterbatasan dapur SPPG di Tinombo hanya ada satu dapur,” ujar Bahri.
Menurut Bahri, pembentukan titik-titik SPPG baru masih terbuka seiring evaluasi yang dilakukan terhadap pelaksanaan MBG. Namun, langkah tersebut masih menunggu arah kebijakan dari pimpinan baru BGN. “Tidak menutup kemungkinan akan dibentuk titik-titik SPPG yang baru. Saat ini kami masih menunggu seperti apa kebijakannya menyusul pimpinan yang baru di tubuh BGN,” katanya.
Bahri berharap perluasan layanan MBG dapat membuat manfaat program tersebut semakin merata di Parigi Moutong. Di tengah bentang wilayah yang luas dan jumlah penerima manfaat yang terus menanti, penambahan dapur SPPG diharapkan menjadi jalan agar tidak ada peserta didik maupun kelompok 3B yang tertinggal dari pemenuhan gizi. “Semoga program MBG ini bisa menjangkau dan melayani peserta didik dan penerima 3B yang belum menerima secara maksimal ke depannya,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....