Harga Cabai di Buol Melonjak, Rawit Capai Rp120 Ribu per Kg

  • 08 Sep 2026 15:44 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut mulai dirasakan masyarakat, khususnya konsumen yang menjadikan cabai sebagai salah satu kebutuhan utama rumah tangga.

Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pasar Kampung Bugis, Rahman Lasangi, mengatakan kenaikan harga terlihat dari hasil pemantauan di pasar pada Senin, 7 September 2026. Harga cabai rawit saat ini mencapai sekitar Rp 120 ribu per kilogram.

“Berdasarkan pantauan di pasar, harga cabai rawit sekarang sekitar Rp 120 ribu per kilogram. Sementara cabai merah keriting juga mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp70 ribu per kilogram,” ujar Rahman.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut salah satunya dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan cabai dari petani. Ketersediaan komoditas yang tidak sebanyak sebelumnya membuat harga di tingkat pedagang ikut mengalami peningkatan.

Selain berkurangnya pasokan, kondisi musim kemarau juga dinilai dapat memengaruhi produksi cabai. Sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Buol, memasuki periode puncak musim kemarau pada September 2026, yang berpotensi berdampak terhadap hasil pertanian.

Kenaikan harga cabai turut membuat masyarakat harus menyesuaikan kembali pengeluaran untuk kebutuhan dapur. Sebagian konsumen memilih mengurangi pembelian atau membeli cabai dalam jumlah lebih sedikit agar tetap dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Para pedagang berharap pasokan cabai dari petani maupun daerah sentra produksi dapat kembali normal. Dengan ketersediaan yang stabil, harga cabai diharapkan berangsur turun sehingga tetap terjangkau oleh masyarakat.

Sementara itu, pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap harga dan ketersediaan bahan pangan di pasar, khususnya komoditas cabai. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga yang berkepanjangan dan mencegah semakin beratnya beban masyarakat sebagai konsumen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....