Warga Bersama Aparat Bahu-Membahu Padamkan Kebakaran Lahan di Kecamatan Bukal

  • 07 Sep 2026 14:32 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol - Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah titik di wilayah Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol. Petugas gabungan bersama aparat desa dan masyarakat setempat bergerak cepat melakukan pemadaman guna mencegah luapan api yang lebih luas.

Camat Bukal, Hasnawi Kamaruddin, mengonfirmasi bahwa terdapat beberapa titik lokasi kebakaran yang tersebar di wilayahnya. Di Desa Bungkudu, kebakaran sempat melanda lahan sawah dan gambut seluas puluhan hektar sebelum akhirnya berhasil diatasi.

"Yang pertama itu di Bungkudu, kurang lebih 25 hektar berada di lahan sawah dan lahan gambut yang ada di lokasi desa, tetapi alhamdulillah itu sudah dapat dipadamkan. Kemudian kemarin juga di Potangoan perbatasan dengan Kodolagon, itu juga kebakaran tapi tim dari pemadam kebakaran sudah melakukan pemadaman bekerja sama dengan masyarakat," ujar Hasnawi Kamaruddin, 04 September 2026.

Insiden kebakaran lahan juga melanda areal pedalaman Desa Rantemarannu seluas sekitar 3 hektar hingga merembet ke tanaman warga. Karena keterbatasan akses armada pemadam ke pedalaman, penanganan dilakukan secara swadaya oleh warga bersama aparat setempat.

"Kebakaran lahannya kurang lebih 3 hektar berada di pedalaman dan ada beberapa pohon sawit yang terkena dampak. Pemadam tidak bisa masuk, tapi alhamdulillah seluruh masyarakat Desa Rantemarannu sesuai arahan Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, bersama-sama memadamkan api menggunakan tangki yang masing-masing masyarakat bawa," jelasnya.

Selain di Desa Rantemarannu, pemadaman secara mandiri menggunakan peralatan seadanya dan tangki air juga dilakukan oleh warga Desa Binuang untuk mengamankan tanaman kelapa sawit mereka dari percikan api yang muncul mendadak.

Mengenai pemicu utama munculnya titik-titik api tersebut, pihak kecamatan menyatakan bahwa hal itu belum dapat dipastikan dan masih terus dipantau.

"Itu yang belum diketahui sampai saat ini. Mereka juga belum buat laporan, cuma apinya kan tiba-tiba muncul. Entah api yang mereka anggap sudah mati yang mereka tinggalkan tiba-tiba muncul lagi atau bagaimana, mereka tidak tahu. Sampai saat ini masih sementara dalam pemantauan," tambah Camat Bukal.

Mencegah terjadinya kebakaran susulan, Pemerintah Kecamatan Bukal bergerak cepat dengan menerbitkan surat himbauan resmi yang diteruskan hingga ke tingkat desa dan rumah ibadah. Langkah ini sejalan dengan instruksi yang dikeluarkan oleh Kapolda Sulawesi Tengah dan Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo.

"Kami sudah buat surat kepada masing-masing Kepala Desa untuk menyampaikan ke masyarakatnya, disusul dengan himbauan Kapolda kemarin. Kami sudah sampaikan di masjid-masjid dan ke Kepala Desa agar menyampaikan ke masyarakat jangan membakar sembarangan, apalagi daerah hutan, karena Kecamatan Bukal ini hutannya masih agak luas," tegas Hasnawi.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi aturan tersebut karena pembakaran lahan secara sembarangan memiliki konsekuensi hukum yang tegas. "Kami sampaikan karena ini bisa berbuntut pada hukuman pidana. Alhamdulillah, semoga mereka bisa mendengarkan apa yang kami sampaikan," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....