Jaga Desa Lonu dari Karhutla, Babinsa Ingatkan Bahaya Api

  • 05 Sep 2026 21:11 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol - Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan Anggota Koramil 1305-07/Bunobogu melalui komunikasi sosial (Komsos) bersama masyarakat. Langkah pencegahan itu dilakukan Koptu Moh. Syarif saat menyambangi warga Desa Lonu, Kecamatan Bunobogu, Kabupaten Buol, Jumat, 4 September 2026. Di tengah cuaca panas dan kering, ia mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kondisi lingkungan dan mewaspadai potensi kebakaran.

Dalam Komsos tersebut, Koptu Moh. Syarif memberikan edukasi mengenai bahaya membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, kebiasaan menggunakan api untuk membersihkan semak maupun sisa tanaman dapat menjadi pemicu kebakaran ketika kondisi lahan dan vegetasi mengering. Api kecil yang semula dianggap mudah dikendalikan dapat berubah menjadi ancaman besar ketika tertiup angin dan menjalar ke area lain.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak menggunakan api secara sembarangan saat melakukan aktivitas di kebun. Pembakaran sisa tanaman dan semak belukar memiliki risiko tinggi, terutama pada musim dengan kondisi tanah dan tumbuhan yang kering. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Mari gunakan cara yang lebih aman agar lingkungan tetap terjaga dan potensi Karhutla dapat dicegah sejak dini,” ujar Koptu Moh. Syarif.

Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga dapat membawa dampak panjang bagi kehidupan masyarakat. Tanaman perkebunan berisiko rusak, aktivitas warga dapat terganggu, sementara asap yang membumbung ke udara berpotensi menurunkan kualitas udara dan mengganggu jarak pandang. Karena itu, kewaspadaan menjadi benteng awal sebelum kobaran api berubah menjadi bencana yang lebih luas.

Melalui kegiatan tersebut, warga Desa Lonu diajak membangun kepedulian bersama untuk menjaga wilayah dari ancaman Karhutla. Koptu Moh. Syarif mendorong masyarakat memilih metode yang lebih aman dalam setiap kegiatan pembukaan dan pembersihan lahan. Ia menilai pencegahan akan jauh lebih efektif jika dilakukan secara bersama-sama, dimulai dari lingkungan terdekat dan kebiasaan sehari-hari.

Selain memberikan edukasi, Babinsa juga meminta warga segera melaporkan kepada aparat kewilayahan jika menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran. “Jika melihat adanya titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan agar bisa ditangani sedini mungkin sebelum api meluas. Menjaga lingkungan bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Kegiatan Komsos berlangsung aman, tertib dan penuh keakraban. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi sekaligus menyampaikan pesan keamanan, ketertiban dan kepedulian lingkungan. Dengan kesadaran yang tumbuh dari masyarakat, Desa Lonu diharapkan tetap menjadi wilayah yang aman, sehat dan terlindungi dari ancaman Karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....