Menjemput Pemilih Pemula, KPU Parigi Moutong Masuk ke Madrasah

  • 05 Sep 2026 21:09 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Parigi Moutong terus menyalakan api kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda melalui Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan bagi Pemilih Pemula, Kelompok Rentan, dan Kelompok Marginal, Jumat, 4 September 2026. Kegiatan tersebut digelar di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Parigi Moutong sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai demokrasi, kepemiluan, serta pentingnya menggunakan hak pilih secara sadar dan bertanggung jawab.

Untuk menyasar pemilih pemula, KPU Kabupaten Parigi Moutong menggelar sosialisasi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Parigi, Kecamatan Sausu, dan MA As'adiyah Tolai, Kecamatan Torue. Para siswa menjadi sasaran utama pendidikan pemilih karena sebagian diantaranya akan segera memasuki usia yang memungkinkan mereka menggunakan hak pilih dalam proses demokrasi.

Kegiatan dipimpin Anggota KPU Kabupaten Parigi Moutong, Mohammad Iskandar Mardani, didampingi Sekretaris KPU Kabupaten Parigi Moutong, Andi Arif Syawalani Burhanuddin, serta Kepala Subbagian Keuangan, Umum, dan Logistik, Syamsul Khan. Jajaran KPU menyampaikan informasi kepemiluan kepada siswa melalui apel pagi, dilanjutkan dengan pemaparan materi di ruang kelas yang berlangsung secara edukatif dan komunikatif.

Tak hanya melalui penyampaian secara lisan, informasi kepemiluan juga dikemas dalam bentuk flyer yang dibagikan kepada para siswa. Media tersebut menjadi jembatan sederhana untuk membantu pelajar mengenali dunia kepemiluan, mulai dari pentingnya hak pilih hingga kesadaran menjalankan peran sebagai warga negara. Pesan-pesan demokrasi pun diharapkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi ikut tumbuh dalam kehidupan sehari-hari para siswa.

Mohammad Iskandar Mardani mengatakan, pendidikan pemilih perlu diberikan sejak dini agar generasi muda memiliki bekal pengetahuan sebelum menggunakan hak pilihnya. “Pemilih pemula merupakan kelompok strategis dalam pembangunan demokrasi. Karena itu, pemahaman mengenai demokrasi dan kepemiluan perlu dibangun sejak mereka masih berada di bangku sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan pemilih berkelanjutan tidak semata dilakukan ketika tahapan Pemilu atau Pemilihan berlangsung. Kesadaran politik perlu dirawat secara terus-menerus agar generasi muda mampu melihat hak pilih sebagai bagian dari tanggung jawab kewarganegaraan. “Kami berharap para siswa tidak hanya mengenal Pemilu saat tahapan berlangsung, tetapi memiliki kesadaran untuk menggunakan hak pilih secara cerdas, sadar, dan bertanggung jawab,” katanya.

Salah seorang siswa yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya peran generasi muda dalam demokrasi. “Sosialisasi ini membuat kami lebih memahami pentingnya menggunakan hak pilih dan tidak asal memilih. Kami juga jadi tahu kalau sebagai pemilih pemula, kami memiliki tanggung jawab dalam menentukan masa depan,” tuturnya. Dari bangku madrasah, pengetahuan itu diharapkan menjadi benih yang tumbuh menjadi kesadaran politik, sekaligus memperkuat partisipasi generasi muda dalam kehidupan demokrasi di Kabupaten Parigi Moutong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....