Parimo Bidik Lompatan Besar Layanan Kesehatan, Menkes Siap Mendukung
- 04 Sep 2026 12:04 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) membawa agenda besar peningkatan layanan kesehatan ke Jakarta. Bupati Parimo H. Erwin Burase, didampingi Sekretaris Daerah Zulfinasran dan Kepala Bappelitbangda Irwan, bertemu Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di Ruang Rapat 215 Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Rabu, 2 September 2026. Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis Pemkab Parimo untuk mendorong pembenahan fasilitas kesehatan dari wilayah perkotaan hingga pelosok.
Dalam pertemuan itu, Erwin memaparkan kondisi geografis Parimo yang membentang luas sekaligus tantangan pelayanan kesehatan di daerah. Kabupaten tersebut memiliki tiga RSUD, yakni RSUD Anuntaloko di ibu kota, RSUD Raja Tombolotutu di Kecamatan Tinombo yang berjarak sekitar 167 kilometer, serta RSUD Buluye Napoae di Kecamatan Moutong dengan jarak sekitar 296 kilometer. Selain itu, terdapat 24 puskesmas yang tersebar di 23 kecamatan. Jarak yang panjang menjadi salah satu tantangan utama dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata bagi masyarakat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkab Parimo mengusulkan pembangunan tujuh gedung baru puskesmas dan 18 pustu, pengadaan 18 ambulans, enam instalasi pengolahan air limbah (IPAL), 21 water treatment plant, serta tujuh sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Pemkab juga mengajukan pemenuhan sarana dan alat kesehatan (alkes) agar fasilitas pelayanan kesehatan memiliki dukungan peralatan yang memadai.
Di RSUD Anuntaloko, penguatan diarahkan pada layanan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefroologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA). Usulan mencakup rehabilitasi gedung bersalin dan nifas, pengadaan ambulans, genset, serta alkes. Sementara itu, RSUD Raja Tombolotutu membutuhkan pembenahan ruang operasi dan IGD, penambahan poli rawat jalan, pembangunan gedung Unit Transfusi Darah (UTD), serta pemenuhan alkes. Kondisi pesisir juga menjadi perhatian karena memicu korosifitas peralatan medis dan menambah tantangan bagi rumah sakit.
Adapun RSUD Buluye Napoae diusulkan mendapat pembangunan fasilitas secara komprehensif, meliputi gedung rawat inap, UTD, ruang operasi, laboratorium, IGD, radiologi, gizi, laundry, pemulasaran jenazah, hingga rumah dinas atau rusunawa bagi staf. Pemkab juga mengajukan armada ambulans dan alkes canggih. Jika seluruh kebutuhan tersebut terealisasi, wajah pelayanan kesehatan Parimo diharapkan berubah secara bertahap, dari fasilitas yang terbatas menjadi layanan yang lebih lengkap dan modern.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyambut positif langkah proaktif Pemkab Parimo. Kementerian Kesehatan berkomitmen menyesuaikan standar alkes di tiga RSUD serta mendukung rehabilitasi total gedung rumah sakit dan puskesmas yang belum memenuhi standar. “Kemenkes akan memilih satu dari tiga RSUD di Parimo yang memenuhi kriteria untuk ditingkatkan kualitasnya menuju taraf nasional,” ujar Budi Gunadi Sadikin dalam pertemuan tersebut. Dukungan juga mencakup pembangunan rumah dinas di RSUD dan puskesmas serta rusun tenaga medis di RSUD Buluye Napoae.
Selain pembenahan infrastruktur dan peralatan, Kemenkes membuka peluang besar bagi penguatan sumber daya manusia kesehatan asal Parimo. Putra-putri daerah berprestasi akan mendapat fasilitas pembiayaan penuh untuk menempuh pendidikan Fakultas Kedokteran Umum, Kedokteran Gigi, hingga dokter spesialis di universitas yang direkomendasikan Kemenkes. Komitmen tersebut menjadi harapan baru bagi Parigi Moutong untuk membangun layanan kesehatan yang tidak hanya berdiri kokoh dari sisi fasilitas, tetapi juga ditopang tenaga medis berkualitas dan mampu melayani masyarakat hingga ke wilayah terjauh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....