Ribuan Titik Panas Membara, 13 KPH Sulteng Gencarkan Edukasi
- 04 Sep 2026 08:28 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sulawesi Tengah kian menguat di tengah kondisi cuaca yang kering. Dinas Kehutanan Sulawesi Tengah menginstruksikan 13 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) untuk memasifkan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan, menyusul ribuan titik panas yang terpantau di berbagai wilayah.
Kepala Dinas Kehutanan Sulawesi Tengah, Susanto Wibowo, mengatakan seluruh sumber daya manusia (SDM) di instansinya dikerahkan untuk memperkuat upaya pencegahan bersama berbagai pihak. “Kami mengerahkan semua SDM di Dinas Kehutanan melakukan langkah-langkah pencegahan bersama para pihak,” kata Susanto di Palu, Selasa, 1 September 2026.
Langkah pencegahan juga diperkuat melalui kelompok sukarelawan yang dibentuk di tingkat KPH. Kelompok tersebut telah mendapat pelatihan dan pemberdayaan untuk membantu mencegah sekaligus menangani Karhutla. “Di tingkat KPH kami telah membentuk kelompok sukarelawan yang dilatih dan diberdayakan untuk membantu pencegahan maupun penanggulangan karhutla,” ujarnya.
Data Dinas Kehutanan Sulawesi Tengah mencatat sekitar 3.138 hektar kawasan hutan (KH) dan areal penggunaan lain (APL) telah terdampak Karhutla. Di saat yang sama, sekitar 9.100 hotspot terpantau di wilayah Sulawesi Tengah melalui Sipongi, sistem peringatan dini dan pemantauan Karhutla milik Kementerian Kehutanan. Angka tersebut menjadi alarm yang menyala di tengah bentang alam yang menghadapi tekanan musim kering.
| Baca juga: Bupati Tolitoli Lantik PPPK dan Pejabat Baru |
Susanto mengingatkan masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Praktik tersebut dapat memicu api menjalar lebih luas, terutama saat suhu meningkat dan vegetasi berada dalam kondisi kering. Karena itu, edukasi di tingkat tapak dinilai penting agar masyarakat memahami risiko pembakaran lahan dan memilih cara yang lebih aman dalam mengelola lahan.
Penguatan pencegahan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Dalam rapat koordinasi penanganan Karhutla yang dipimpin Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid pada Senin, 31 Agustus 2026, para bupati dan wali kota diperintahkan menggerakkan kepala desa untuk aktif menyosialisasikan pencegahan Karhutla. Kepala desa diharapkan menjadi ujung tombak penyampaian informasi melalui berbagai kegiatan dan pertemuan di tingkat desa.
Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah per 28 Agustus 2026 mencatat 87 kejadian Karhutla dan 15 kejadian kekeringan di sejumlah wilayah. Rangkaian data tersebut menunjukkan perlunya pencegahan dilakukan secara lebih masif dan berlapis, mulai dari tingkat pemerintah hingga masyarakat, agar percikan api tidak berubah menjadi bencana yang meluas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....