Kuota LPG 3 Kg Tolitoli Dinilai Belum Cukupi Kebutuhan

  • 04 Sep 2026 08:19 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Pemerintah Kabupaten Tolitoli menilai kuota LPG 3 kilogram bersubsidi yang diterima daerah pada 2026 masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok penerima manfaat. Kondisi tersebut dinilai turut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan antrian dan kelangkaan LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Tolitoli, Muhammad Muker, mengatakan Kabupaten Tolitoli pada 2026 hanya mendapatkan kuota LPG 3 kilogram sekitar 3.113 metrik ton. Sementara itu, berdasarkan data masyarakat penerima manfaat, kebutuhan LPG bersubsidi diperkirakan masih jauh lebih besar.

Menurut Muker, keterbatasan kuota semakin terasa ketika memasuki momentum hari besar keagamaan. Pada periode tersebut, kebutuhan masyarakat terhadap LPG 3 kilogram cenderung meningkat sehingga pasokan yang tersedia tidak selalu mampu memenuhi permintaan.

“Kuota yang kita terima sekitar 3.113 metrik ton untuk tahun 2026. Kalau dibandingkan dengan jumlah masyarakat penerima manfaat, tentu masih belum mencukupi,” ujar Muhammad Muker dalam dialog bersama RRI Tolitoli, Senin (1/9/2026).

Selain persoalan kuota, Pemkab Tolitoli juga menemukan adanya persoalan ketepatan sasaran dalam penyaluran LPG bersubsidi. Penggunaan KTP sebagai dasar pembelian dinilai masih memungkinkan satu rumah tangga menggunakan beberapa identitas untuk memperoleh lebih dari satu tabung LPG 3 kilogram.

Muker menyebut pemerintah daerah telah mengusulkan agar pendataan penerima LPG bersubsidi menggunakan Kartu Keluarga (KK). Dengan mekanisme tersebut, pembelian diharapkan dapat dikontrol berdasarkan jumlah rumah tangga dan mencegah terjadinya pembelian berulang menggunakan identitas berbeda.

Pemkab Tolitoli juga menyoroti sistem aplikasi di tingkat pangkalan yang dinilai belum sepenuhnya terintegrasi. Data pembelian pada satu pangkalan belum seluruhnya terhubung dengan pangkalan lain, sehingga satu KTP masih berpotensi digunakan untuk membeli LPG di beberapa pangkalan berbeda. Persoalan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah provinsi dan BPH Migas sebagai bahan evaluasi.

Muker berharap penambahan kuota LPG 3 kilogram dapat diikuti dengan pemerataan pangkalan di wilayah Tolitoli. Menurutnya, keterbatasan jumlah pangkalan dan jarak yang cukup jauh turut membuka peluang munculnya pengecer dalam rantai distribusi. Pemerintah daerah mendorong perbaikan pendataan dan sistem distribusi agar penyaluran LPG bersubsidi lebih tepat sasaran, tepat jumlah, serta sesuai kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....