50 Hektare Sawah di Ogomoli Toli-Toli Terancam Gagal Panen akibat Kekeringan
- 31 Agt 2026 16:25 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID,Tolitoli - Sekitar 50 hektare lahan persawahan milik warga di Desa Ogomoli, Kecamatan Galang, Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, terancam mengalami kerusakan dan gagal panen akibat cuaca panas serta musim kemarau yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.Lahan persawahan yang terdampak berada di Dusun II dan mayoritas merupakan lahan persawahan tadah hujan yang sangat bergantung pada ketersediaan air hujan.
Kepala Desa Ogomoli, Kecamatan Galang, Ibrahim Ambotje mengungkapkan, kondisi kekeringan mulai dirasakan petani yang menggarap lahan di wilayah tersebut. Sebagian sawah sudah ditanami padi, sementara sebagian lainnya masih dalam proses pengolahan oleh petani.
Menurut Ibrahim, kondisi tanah persawahan saat ini bahkan mulai mengalami retak-retak akibat kekurangan air. Para petani hanya mengandalkan hujan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman karena aliran irigasi yang masuk ke wilayah tersebut sangat kecil.
"Aliran air irigasi ke daerah itu sangat kecil, sehingga kebutuhan air untuk persawahan belum bisa terpenuhi secara maksimal," ungkap kepala desa Ogomoli kecamatan Galang Ibrahim Ambotje kepada rri.co.id Senin 31 Agustus 2026
Ia menjelaskan, Dusun II yang berada di kawasan Jalan Baru merupakan salah satu wilayah yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air irigasi.Meski terdapat aliran air dari kawasan yang lebih tinggi, debit airnya relatif kecil dan tidak mampu menjangkau seluruh areal persawahan di Dusun II. Kondisi tersebut membuat mayoritas petani di wilayah itu hanya mengandalkan curah hujan untuk mengairi sawah mereka.
“Dampak kekeringan juga dirasakan terhadap tanaman padi yang telah ditanam. Petani kesulitan melakukan perawatan tanaman, terutama setelah proses penyemprotan untuk mengendalikan gulma,”ungkapnya
Pasalnya, setelah penyemprotan dilakukan, tanaman membutuhkan ketersediaan air yang cukup. Namun, kondisi sawah yang kekurangan air membuat petani tidak dapat melanjutkan proses perawatan secara optimal.Akibatnya, gulma mulai tumbuh di sejumlah areal persawahan dan berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman padi.
Ibrahim berharap pemerintah dapat segera memberikan solusi terhadap persoalan kekurangan air yang dialami petani di Desa Ogomoli, khususnya dengan memperhatikan kondisi jaringan irigasi yang ada di wilayah tersebut.
Menurutnya, perbaikan dan optimalisasi saluran irigasi sangat dibutuhkan agar lahan persawahan dapat teraliri air secara maksimal.
Ia berharap perhatian terhadap sektor irigasi tersebut dapat membantu petani mengolah lahan secara optimal, sehingga risiko gagal panen dapat ditekan dan pada akhirnya mampu meningkatkan hasil produksi serta kesejahteraan petani di Desa Ogomoli.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....