Petani Kelapa Tayadun Hadapi Ancaman El Nino

  • 31 Agt 2026 15:58 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, TOLITOLI – Hamparan perkebunan kelapa di Desa Tayadun, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, kini menghadapi tantangan akibat fenomena El Nino. Kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan mulai mengancam produktivitas tanaman kelapa yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat setempat.

Fenomena El Nino menyebabkan cadangan air tanah menurun sehingga tanaman kelapa mengalami tekanan akibat kekurangan air. Kondisi tersebut turut memicu kerontokan buah kelapa yang masih muda dan berpotensi menurunkan hasil produksi petani.

Dampak terhadap tanaman kelapa juga diperkirakan tidak berhenti ketika musim kemarau berakhir. Karakteristik tanaman kelapa yang memiliki efek lanjutan atau lag effect membuat penurunan produksi berpotensi dirasakan dalam jangka waktu lebih panjang, bahkan hingga satu sampai dua tahun mendatang.

Menghadapi kondisi tersebut, petani di Desa Tayadun mulai menerapkan berbagai langkah antisipasi dengan memanfaatkan kearifan lokal dan teknik budidaya yang adaptif. Upaya tersebut dilakukan terutama untuk mempertahankan kelembaban tanah dan mengurangi risiko kerugian akibat penurunan produksi kelapa.

Uleng, salah seorang petani kelapa di Desa Tayadun, mengatakan salah satu cara yang dilakukan petani adalah memanfaatkan limbah perkebunan sebagai bahan alami untuk menjaga kondisi tanah. Sabut dan pelepah kelapa yang telah mengering dikumpulkan kemudian ditumpuk di sekeliling batang pohon kelapa.

“Kami yakin cara ini terbukti efektif mengurangi penguapan air dari dalam tanah serta menjaga suhu di sekitar akar pohon agar tetap stabil di tengah musim El Nino ini,” ujar Uleng kepada RRI.co.id, Sabtu (29/8/2026).

Selain menjaga kelembaban tanah, petani juga berupaya mengantisipasi penurunan pendapatan dengan memanfaatkan lahan diantara barisan pohon kelapa. Sistem tumpang sari mulai diterapkan dengan menanam sejumlah tanaman pangan yang dinilai lebih mampu beradaptasi terhadap kondisi minim air, seperti jagung, ubi kayu, dan kacang tanah.

Menurut Uleng, langkah tersebut penting agar petani tetap memiliki sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga ketika produksi kelapa dan kopra mengalami penurunan. Diversifikasi tanaman diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap hasil panen kelapa sekaligus menjaga ketahanan ekonomi masyarakat selama dampak El Nino berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....