Panen Lapuase Tunjukkan Ketahanan Pangan Tolitoli di tengah Fenomena El Nino
- 30 Agt 2026 20:03 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, TOLITOLI – Pembangunan pertanian di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari program besar, melainkan dari kerja bersama pemerintah, petani, penyuluh, pelaku usaha, serta jejaring pengetahuan yang dibangun dari pengalaman di lapangan.
Hal itu disampaikan Ir. Rustan Rewa, MP, Asisten Ekonomi Pembangunan Pemerintah Kabupaten Tolitoli yang sebelumnya dipercaya sebagai Kepala Dinas Pertanian. Sebagai birokrat sekaligus alumni Universitas Hasanuddin (Unhas), Rustan menilai pembangunan pertanian bukan sekadar meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat kemampuan petani mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Menurut Rustan, pengelolaan sawah di Tolitoli menjadi salah satu pengalaman yang memberikan optimisme. Petani tidak hanya didorong menghasilkan gabah, tetapi juga perlu memahami efisiensi produksi, penerapan teknologi, kualitas hasil, akses pasar dan pentingnya membangun kemitraan usaha.
“Keberhasilan pertanian tidak hanya dilihat dari banyaknya yang dipanen, tetapi bagaimana petani mampu mengelola usaha pertaniannya secara berkelanjutan,” ujar Rustan, dalam momentum panen bersama Kelompok Tani Lapuase, Senin (25/8/2026).
Suasana syukur mewarnai panen padi di Kelompok Tani Lapuase yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Di tengah tantangan musim dan perubahan iklim, sebagian petani masih mampu mempertahankan produksi, termasuk melalui budidaya varietas M70D yang dikembangkan di wilayah tersebut.
Rustan mengatakan, keberhasilan panen tersebut tidak terlepas dari kedisiplinan petani mengikuti jadwal tanam dan anjuran teknis. Di tengah fenomena El Niño serta kondisi musim panas, kepatuhan terhadap kalender tanam dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi dan mengurangi risiko kegagalan panen.
Dalam kegiatan tersebut, petani juga menyampaikan apresiasi terhadap Bulog sebagai mitra yang mendukung pengelolaan hasil pertanian. Menurut Rustan, kemitraan tersebut perlu terus diperkuat dengan memperhatikan kualitas gabah, harga, mekanisme penyerapan serta standar yang berlaku.
“Kalau kita punya Al-Qur'an sebagai kitab suci, maka dalam pekerjaan juga ada standar dan SOP yang harus diikuti. Kita harus mengikuti aturan dan standar profesional,” katanya.
Rustan menambahkan, penguatan sektor pertanian membutuhkan dukungan pemerintah sekaligus peningkatan kapasitas petani. Menurutnya, kontribusi alumni Unhas juga dapat diwujudkan melalui pengetahuan, pengalaman kelembagaan dan jejaring profesional untuk membuka akses serta mempertemukan berbagai pihak.
“Alumni itu tidak harus selalu hadir dengan program baru. Terkadang yang lebih penting adalah membantu membuka akses, mempertemukan orang, memperkuat kapasitas, dan menjadikan pengetahuan menjadi berguna bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman Kelompok Tani Lapuase menjadi bagian dari penguatan pertanian Tolitoli, sehingga petani tidak hanya menjadi produsen pangan, tetapi berkembang sebagai pelaku ekonomi yang mampu mengambil keputusan, membangun jaringan pasar dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....