Bencana Kekeringan Melanda Sejumlah Desa di Parigi Moutong
- 24 Agt 2026 14:57 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Bencana kekeringan melanda sejumlah desa di Kecamatan Mepanga, Bolano Lambunu, dan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong (Parmout), Sulawesi Tengah. hujan yang tak kunjung turun sejak pertengahan Juni 2026, menyebabkan ketersediaan air di sejumlah wilayah terus menurun.
Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parmout hingga Jumat 21 Agustus 2026, terdapat tujuh desa di Kecamatan Mepanga yang terdampak kekeringan, yakni Kotaraya Induk, Kotaraya Barat, Kotaraya Timur, Kotaraya Selatan, Kotaraya Tenggara, Kayu Agung,ogotion.
Kekeringan juga terjadi di Desa Anutapura, Kecamatan Bolano Lambunu, serta Desa Ambesia Barat, Kecamatan Tomini. Dampak paling besar saat ini dirasakan pada sektor pertanian dan perkebunan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Parmout, Rivai, mengatakan sekitar 1.400 hektare lahan persawahan terdampak kekeringan. Bahkan, sekitar 200 hektare lahan pertanian di Desa Kotaraya Selatan, Kecamatan Mepanga, terancam mengalami gagal panen.
"Di Desa Kotaraya Selatan Kecamatan Mepanga, sekitar 200 hektare lahan pertanian dilaporkan terancam mengalami gagal panen akibat kondisi ini," ujar Rivai Jumat 21 Agustus 2026.
Selain sektor pertanian, kekeringan mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Kondisi tersebut terutama dirasakan warga Desa Kayu Agung, karena debit sumber air utama di wilayah tersebut kini hanya tersisa sekitar 25 persen dari kondisi normal.
Rivai menyebutkan, penurunan debit sumber air juga terjadi di sejumlah wilayah lainnya. Karena itu, BPBD bersama berbagai pihak terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan.
Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Parmout bersama aparat desa, Babinsa, dan masyarakat telah melakukan peninjauan lokasi, koordinasi, serta asesmen cepat. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini, dampak yang ditimbulkan, serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
"Untuk saat ini, kebutuhan mendesak dalam penanganan kekeringan meliputi alkon serta sumur bor. Fasilitas itu dibutuhkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air masyarakat, sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan yang hingga kini masih berlangsung," Ungkap Rivai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....