Puluhan Hektare Sawah Tolitoli Mulai Terdampak Kekeringan

  • 21 Agt 2026 13:35 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli — Puluhan hektare lahan persawahan di sejumlah wilayah Kabupaten Tolitoli mulai terdampak kekeringan seiring berlangsungnya musim kemarau. Berkurangnya debit air menjadi salah satu dampak yang dirasakan petani, terutama pada areal persawahan yang bergantung pada ketersediaan air untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tolitoli, Elia Sagala, mengatakan kondisi kekeringan mulai terlihat di sejumlah areal persawahan. Meski demikian, hingga saat ini kondisi tersebut belum memberikan ancaman serius terhadap pertanaman padi.

“Meskipun terdampak kemarau atau berkurangnya debit air, kondisi ini tidak terlalu mengancam pertanaman padi musim tanam April-September,” ujar Elia Sagala saat diwawancarai RRI.

Menurut Elia, kondisi tanaman padi saat ini relatif aman karena sebagian besar pertanaman musim tanam April-September telah memasuki fase bunting. Pada fase tersebut, kebutuhan air tanaman tidak lagi sama seperti ketika tanaman berada pada fase awal pertumbuhan.

Selain itu, sebagian tanaman padi di sejumlah wilayah Kabupaten Tolitoli bahkan telah memasuki masa panen. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air untuk tanaman semakin berkurang dibandingkan saat tanaman masih berada pada fase pertumbuhan awal.

Elia menjelaskan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura tetap melakukan pemantauan terhadap lahan persawahan yang terdampak berkurangnya ketersediaan air. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Pemantauan juga diperlukan untuk memastikan kondisi tanaman tetap terjaga, sekaligus mengetahui lebih awal apabila terjadi perubahan kondisi yang dapat mengganggu produksi pertanian. Pemerintah daerah akan terus memperhatikan perkembangan ketersediaan air di sejumlah sentra persawahan.

“Sebagian besar pertanaman padi sudah memasuki fase bunting, bahkan sebagian telah mulai panen, sehingga tidak lagi terlalu banyak membutuhkan air,” jelas Elia.

Meski kondisi saat ini masih relatif aman, petani tetap diimbau memperhatikan ketersediaan air di lahan masing-masing. Antisipasi diperlukan terutama untuk pertanaman berikutnya apabila musim kemarau masih berlangsung dan debit air terus mengalami penurunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....