Kemarau Berdampak, Sejumlah Persawahan di Tolitoli Utara Terancam Gagal Panen

  • 21 Agt 2026 10:02 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli — Musim kemarau yang melanda Kabupaten Tolitoli sejak beberapa pekan terakhir mulai berdampak terhadap kehidupan masyarakat, khususnya di sejumlah desa di Kecamatan Tolitoli Utara. Selain meningkatkan risiko kebakaran lahan, kondisi cuaca panas dan minim hujan juga menyebabkan kekeringan yang berdampak terhadap sektor pertanian.

Camat Tolitoli Utara, Zulfahri, mengatakan musim kemarau saat ini telah menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kekeringan. Kondisi tersebut mulai dirasakan masyarakat, terutama pada lahan perkebunan dan persawahan yang membutuhkan ketersediaan air.

“Dampak musim kemarau yang terjadi beberapa pekan terakhir mengakibatkan kekeringan yang melanda perkebunan maupun persawahan milik warga di sejumlah desa,” ujar Zulfahri saat diwawancarai RRI, Kamis (20/8/2026).

Menurut Zulfahri, cuaca panas dan kering juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan. Pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas di sekitar kawasan perkebunan.

Pada pekan sebelumnya, kebakaran sempat terjadi di lahan perkebunan cengkeh milik warga di Desa Pinjan, Kecamatan Tolitoli Utara. Beruntung, kebakaran tersebut dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas ke area perkebunan lainnya.

Zulfahri menjelaskan, penanganan kebakaran tersebut dapat dilakukan dengan cepat berkat kerja sama masyarakat setempat. Kesigapan warga dalam memadamkan api dinilai membantu mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Selain ancaman kebakaran, kekeringan juga menjadi perhatian pemerintah kecamatan karena masih terdapat persawahan yang mengandalkan curah hujan sebagai sumber utama air. Jika kondisi kemarau berlangsung lebih lama, tanaman pertanian di sejumlah wilayah berpotensi mengalami kekurangan air.

“Ada beberapa persawahan tadah hujan yang berpotensi besar mengalami gagal panen, salah satunya di Desa Timbolo, karena persawahan masyarakat di sana hanya mengandalkan air hujan,” jelasnya.

Pemerintah Kecamatan Tolitoli Utara terus mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi dampak kemarau, termasuk menjaga lahan dari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak, mengingat ketersediaan air dapat semakin terbatas apabila musim kering berlangsung dalam waktu yang panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....