Kemensos Perkuat Kesiapsiagaan Warga lewat KSB Torue
- 20 Agt 2026 14:05 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Parigi Moutong – Kementerian Sosial Republik Indonesia memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Praktisi Kementerian Sosial RI, Yulius Arianto Daud, mengatakan pembentukan KSB merupakan langkah strategis untuk mengubah pola penanggulangan bencana dari sebelumnya bersifat responsif menjadi lebih preventif.
Menurutnya, masyarakat perlu dibekali kemampuan melakukan pencegahan, mitigasi, hingga penanganan ketika bencana terjadi. Hal tersebut dinilai penting mengingat wilayah Torue dan sekitarnya memiliki potensi kerawanan bencana, termasuk banjir dan gempa bumi.
“Kerawanan bencana yang cukup tinggi, mulai dari banjir sampai dengan gempa bumi, membuat paradigma penanggulangan bencana harus diubah. Yang sifatnya responsif saat terjadi, menjadi preventif melalui mitigasi dan kesiapsiagaan sebelum terjadi,” jelas Yulius, Rabu (19/8/2026).
Ia menegaskan, masyarakat harus ditempatkan sebagai subjek dalam upaya penanggulangan bencana. Dengan demikian, warga tidak hanya menunggu bantuan ketika bencana terjadi, tetapi mampu menyelamatkan diri serta membantu masyarakat lainnya.
“Kampung Siaga Bencana Berbasis Masyarakat adalah instrumen untuk memastikan keluarga tidak hanya menjadi objek, melainkan subjek aktif yang tahu cara menyelamatkan diri dan sesama secara mandiri pada 24 jam pertama bencana,” ujarnya.
Yulius menambahkan, keberadaan KSB membutuhkan dukungan dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah desa. Menurutnya, program tersebut tidak akan berjalan optimal apabila hanya dilakukan oleh satu instansi tanpa keterlibatan berbagai pihak.
Melalui pembentukan KSB, masyarakat juga mendapatkan sosialisasi dan pelatihan mengenai kesiapsiagaan bencana. Materi yang diberikan antara lain pengelolaan lumbung sosial, penyediaan makanan dan logistik, hingga pemetaan jalur evakuasi yang aman bagi masyarakat.
“Melalui pemberdayaan sumber daya dan sosialisasi ini, kita membentuk garda terdepan, menyiapkan lumbung sosial, makanan dan logistik, serta memetakan jalur evakuasi yang diperlukan,” ungkap Yulius.
Pembentukan KSB tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Torue, Rabu (19/8/2026). Kementerian Sosial berharap keberadaan KSB tidak berhenti pada kegiatan pembentukan semata, tetapi terus diperkuat melalui latihan, simulasi, serta kegiatan kesiapsiagaan secara berkelanjutan.
Dengan adanya KSB, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menghadapi kondisi darurat. Kesiapsiagaan berbasis masyarakat juga diharapkan dapat mempercepat upaya penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga pada fase awal terjadinya bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....