Puluhan Hektare Sawah di Salumpaga Terancam Gagal Panen

  • 19 Agt 2026 19:21 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Ancaman gagal panen menghantui para petani di Desa Salumpaga, Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Puluhan hektare lahan persawahan dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan hama wereng yang semakin meluas.

Kondisi tersebut diperparah dengan menurunnya debit air irigasi akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Minimnya pasokan air membuat sejumlah lahan persawahan mulai mengering dan mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

Para petani khawatir kondisi tersebut berdampak pada hasil produksi dan pendapatan mereka. Sebab, sektor pertanian menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat di wilayah tersebut.

Salah seorang petani, Hi Subhan, mengatakan serangan hama wereng dan berkurangnya pasokan air irigasi telah menyebabkan produktivitas tanaman padi menurun secara signifikan.

“Serangan wereng dan berkurangnya air irigasi membuat hasil padi menurun. Kami khawatir kalau kondisi ini terus berlangsung, panen kali ini bisa gagal,” ujar Hi Subhan, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, ancaman tersebut tidak hanya terjadi pada musim panen saat ini. Jika musim kemarau terus berlangsung hingga memasuki musim tanam berikutnya, petani berpotensi kesulitan mengolah kembali lahan persawahan.

“Kalau kemarau ini terus berlangsung sampai musim tanam berikutnya, besar kemungkinan petani tidak bisa menanam. Sawah akan kering dan tidak dapat diolah sebagaimana mestinya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Tolitoli, Taufik, menilai ancaman gagal panen di Salumpaga perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Menurutnya, dampaknya tidak hanya terhadap pendapatan petani, tetapi juga dapat mempengaruhi ketersediaan beras di daerah.

Taufik memperkirakan jika gagal panen terjadi secara luas, kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga beras di tingkat konsumen menjelang akhir tahun.

“Saat ini harga beras masih sekitar Rp12 ribu per kilogram. Kalau gagal panen terjadi secara luas, harga beras bisa naik hingga Rp 15 ribu per kilogram pada November sampai Desember,” tegas Taufik.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Tolitoli melalui Dinas Pertanian dan instansi terkait segera mengambil langkah penanganan. Upaya tersebut di antaranya pengendalian serangan hama wereng, perbaikan pasokan air irigasi, serta penguatan pendampingan kepada para petani.

“Kami meminta Pemkab Tolitoli, Dinas Pertanian, dan instansi terkait segera turun tangan menangani serangan wereng, membantu pengendalian hama, memperbaiki pasokan air irigasi, serta memperkuat pendampingan kepada petani,” lanjutnya.

Menurut Taufik, kondisi yang terjadi di Desa Salumpaga merupakan peringatan serius bagi ketahanan pangan daerah. Jika tidak segera ditangani, gagal panen dapat mengurangi produksi beras sekaligus meningkatkan beban masyarakat akibat potensi kenaikan harga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....