BPBD Buol Dorong Edukasi Kebencanaan dan Lawan Hoaks
- 18 Agt 2026 11:32 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol — Pemerintah Kabupaten Buol mendorong penguatan sosialisasi dan edukasi kebencanaan secara berkelanjutan kepada seluruh pemangku kepentingan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan komunikasi serta penyampaian informasi kepada masyarakat berjalan tepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Wakil Bupati Buol Moh. Nasir Dj. Daimaroto menilai insan media massa memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kebencanaan kepada masyarakat. Karena itu, koordinasi antara pemerintah, media, relawan, dan stakeholder lainnya perlu terus diperkuat, terutama ketika terjadi bencana.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi sistem kebencanaan, penentuan jalur evakuasi, serta pemetaan titik kumpul yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol, Rabu (12/8/2026).
Kepala BPBD Kabupaten Buol Moh. Khachfy Mardjuni mengatakan, kegiatan tersebut digelar menyikapi beredarnya sejumlah informasi bohong atau hoaks di media sosial terkait gempa dan isu tsunami beberapa waktu lalu. Informasi yang tidak benar tersebut sempat menimbulkan kepanikan dan kegaduhan di tengah masyarakat.
Menurut Khacfy, sosialisasi melibatkan tujuh pemerintah kelurahan, pemadam kebakaran, relawan, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI), serta sejumlah insan pers.
“Kenapa bapak-bapak dikumpul hari ini, sudah terlalu banyak berita-berita, sudah terlalu banyak hoax yang dibuat orang. Akhirnya semua pemerintah, terutama relawan, Tagana, Damkar, pemerintahan desa dan kecamatan, kalau sudah bencana baru peduli,” ungkap Kahfi.
Ia mengaku, banyaknya informasi yang beredar saat situasi bencana membuat pemerintah dan petugas penanggulangan bencana harus bekerja ekstra untuk memberikan klarifikasi kepada masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Buol Moh. Nasir Dj. Daimaroto menegaskan pentingnya sosialisasi dan edukasi kepada wartawan maupun pengelola media sosial. Menurutnya, pemberitaan terkait bencana harus mengacu pada fakta dan sumber resmi sehingga tidak memperbesar kepanikan masyarakat.
“Perlu adanya sosialisasi dan edukasi bagi wartawan dan semua media sosial supaya kalau ada apa-apa, komunikasi dan koordinasi serta pemberitaannya itu perlu,” tegas Nasir.
Nasir juga mengingatkan agar informasi kebencanaan tidak dimanipulasi, termasuk hasil informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ia meminta masyarakat dan pengelola media sosial tidak menyebarkan informasi di luar prosedur yang telah ditetapkan.
“Dalam hal bencana, bermedia sosial itu penting. Kita harus melawan orang-orang yang melakukan pemberitaan di luar prosedur, salah satunya mengedit hasil dari BMKG,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Buol berharap peningkatan komunikasi dan koordinasi antara pihak dapat menciptakan ekosistem informasi kebencanaan yang sehat, terbuka, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar, cepat, dan dapat dipercaya ketika menghadapi situasi darurat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....