Petani Togaso Kembangkan Kangkung Jumbo Jadi Komoditas Unggulan

  • 17 Agt 2026 13:10 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, TOLITOLI – Petani sayur di kawasan Togaso, Desa Kalangkangan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, terus berinovasi mengembangkan potensi pertanian di tengah musim kemarau. Salah satunya melalui budidaya kangkung jumbo yang kini mulai menjadi komoditas hortikultura unggulan di wilayah tersebut.

Kangkung jumbo memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kangkung pada umumnya. Tanaman ini memiliki batang lebih tebal dan renyah, daun lebih lebar, serta mampu mempertahankan kesegarannya lebih lama setelah dipanen.

Meski berukuran lebih besar, kangkung tersebut tetap memiliki tekstur lembut dan rasa yang disukai konsumen. Kondisi itu membuat permintaan terhadap kangkung jumbo cukup tinggi, baik dari pedagang pasar maupun pelaku usaha kuliner di Kabupaten Tolitoli.

Keberhasilan budidaya kangkung jumbo tidak terlepas dari ketekunan petani dalam menerapkan teknik budidaya terpadu. Petani memadukan pemilihan benih unggul, penggunaan pupuk organik secara teratur, serta pengelolaan dan pengaturan air untuk menjaga pertumbuhan tanaman, terutama di tengah kondisi musim kemarau.

Azis, salah seorang petani tanaman hortikultura di Dusun Togaso, Desa Kalangkangan, mengatakan inovasi tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan produktivitas usaha pertaniannya. Musim kemarau yang cukup panjang di wilayah Kecamatan Galang justru mendorong dirinya mencoba metode dan jenis budidaya yang dapat memberikan hasil lebih optimal.

“Awalnya saya hanya mencoba di lahan terbatas. Namun setelah melihat pertumbuhannya yang sangat cepat dan bobot panennya yang lipat ganda dibanding kangkung biasa, saya memberanikan diri untuk memperluas area tanam,” ujar Azis kepada RRI.co.id, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Azis, tingginya permintaan pasar menjadi salah satu alasan dirinya terus mengembangkan tanaman kangkung jumbo. Selain memiliki ukuran lebih besar, tanaman tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi yang cukup baik apabila dikelola secara berkelanjutan.

Azis berharap inovasi yang dikembangkan petani di Togaso mendapat dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan dinas terkait. Dukungan tersebut, menurutnya, terutama diperlukan dalam penyediaan teknologi pascapanen dan perluasan akses pemasaran.

“Ke depan saya berharap ada dukungan teknologi pascapanen dan akses pemasaran yang lebih luas, sehingga hasil pertanian petani bisa semakin berkembang,” katanya.

Budidaya kangkung jumbo di Togaso diharapkan dapat menjadi contoh bagi petani di wilayah lain untuk terus mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal. Pemanfaatan lahan secara optimal dan penerapan teknik budidaya yang tepat dinilai dapat meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....