Hujan Belum Turun, Ikhtiar Spiritual Menghadapi Kemarau Menguat
- 14 Agt 2026 21:17 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Kemarau yang berlangsung beberapa pekan terakhir mulai memberi tekanan bagi sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, khususnya Buol, Tolitoli, dan Parigi Moutong. Cuaca panas yang berkepanjangan disertai minimnya curah hujan membuat sejumlah kawasan mengalami kekeringan. Kondisi tersebut juga diwarnai beberapa kejadian kebakaran di tengah situasi lahan dan lingkungan yang semakin kering.
Di Kabupaten Buol, situasi panas dan kering turut menjadi perhatian tokoh agama. Abdullah Lamase, tokoh agama dari Kota Berkah Buol saat dihubungi oleh RRI pada Kamis, 13 Agustus 2026, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat ikhtiar spiritual di tengah kondisi cuaca yang belum menunjukkan tanda-tanda perubahan.

Abdullah mendorong Pemerintah Kabupaten Buol untuk menganjurkan pelaksanaan shalat istisqa kepada masyarakat melalui pemerintah desa dan kecamatan. Menurut dia, shalat istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar umat Islam memohon turunnya hujan kepada Allah Subhana wa taala di tengah kemarau yang berkepanjangan.
“Bukan tidak mungkin dengan ikhtiar tersebut bisa menjadi solusi mengatasi panas berkepanjangan di wilayah Buol beberapa hari ini,” ujar Abdullah Lamase.
Ajakan serupa juga mendapat perhatian dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tolitoli, Faletehan. Ia menilai kondisi cuaca panas dan belum turunnya hujan dalam beberapa waktu terakhir perlu disikapi secara bijak, termasuk dengan memperkuat komunikasi bersama pihak yang memiliki keahlian di bidang cuaca dan iklim.

Faletehan menyebut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai pihak yang memiliki kompetensi dalam membaca kondisi cuaca. Menurutnya, setiap keputusan atau fatwa keagamaan perlu mempertimbangkan pandangan para ahli agar langkah yang diambil dapat berjalan secara tepat dan sejalan dengan kondisi alam.
“Dalam suasana kemarau saat ini, tentunya lebih bijak jika tetap berkoordinasi dengan pihak yang ahli cuaca, dalam hal ini BMKG. Dalam mengeluarkan sebuah fatwa, tetap harus bersama dengan pihak yang ahli,” kata Faletehan kepada RRI pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Ia juga mengaku prihatin melihat cuaca panas yang terjadi akhir-akhir ini, terutama karena hujan belum kunjung turun. Faletehan menganjurkan pelaksanaan shalat istisqa sebagai bagian dari ikhtiar keagamaan, sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak hanya memanjatkan doa, tetapi juga melakukan muhasabah dan memperbanyak sedekah.
Di tengah tanah yang mulai kehilangan basah dan udara yang terasa menyengat, masyarakat Buol, Tolitoli, serta Parigi Moutong kini menghadapi kemarau dengan berbagai tantangan. Upaya menghadapi kondisi tersebut diharapkan dapat dilakukan secara bersama melalui langkah keagamaan, kepedulian sosial, serta mengikuti arahan dan informasi dari pihak berwenang mengenai perkembangan cuaca dan potensi hujan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....