FKUB Palu Soroti Sulitnya Mencari Figur Tokoh yang Didengar

  • 14 Agt 2026 19:37 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Palu – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Palu, Andi Pangeran, menilai semakin sulitnya menemukan figur tokoh yang memiliki pengaruh dan didengar masyarakat menjadi salah satu persoalan dalam menyelesaikan berbagai perselisihan di tengah masyarakat.

Menurut Andi Pangeran, keberadaan figur yang memiliki ketokohan kuat sangat penting untuk menjaga persatuan sekaligus menjadi jembatan ketika terjadi konflik maupun perbedaan di lingkungan masyarakat.

“Dulu figur tokoh memiliki peran yang sangat besar dalam menyatukan masyarakat. Ketika terjadi perselisihan, tokoh bisa menjadi tempat masyarakat mencari jalan keluar karena memiliki kewibawaan dan didengar oleh berbagai kelompok,” ujar Andi Pangeran, Kamis (13/8/2026).

Ia mengatakan, kondisi tersebut kini mulai mengalami perubahan. Semangat kebersamaan di tengah masyarakat dinilai semakin menurun sehingga tidak mudah lagi menemukan figur yang mampu menjadi panutan sekaligus diterima oleh berbagai kelompok.

Andi Pangeran menilai persoalan tersebut semakin kompleks seiring derasnya arus informasi melalui media sosial. Perselisihan yang seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi langsung justru berpotensi meluas karena informasi, opini, hingga provokasi dapat menyebar dengan cepat di ruang digital.

“Persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan duduk bersama, terkadang justru menjadi besar karena berkembang di media sosial. Ini yang harus kita cegah,” katanya.

FKUB Kota Palu menilai penguatan kembali peran tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat menjadi penting dalam menjaga kerukunan. Para tokoh diharapkan tidak hanya hadir sebagai simbol, tetapi mampu menjadi perekat sosial dan penengah ketika terjadi persoalan di tengah masyarakat.

Menurutnya, tokoh masyarakat memiliki peran strategis untuk mengajak warga mengedepankan sikap saling menghormati serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya konflik akibat kesalahpahaman.

Andi Pangeran berharap budaya musyawarah dan semangat kebersamaan dapat kembali diperkuat. Setiap persoalan yang muncul diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan dialog, bukan melalui pertentangan yang justru berpotensi memperlebar perbedaan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ruang sosial agar tetap kondusif. Perbedaan pandangan, menurutnya, merupakan hal yang wajar selama disikapi dengan komunikasi yang baik dan tidak berkembang menjadi konflik antar kelompok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....