BPBD Tolitoli Ingatkan Warga Waspada Karhutla saat Kemarau

  • 14 Agt 2026 10:16 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi kemarau yang melanda wilayah tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tolitoli, Zulkifli, mengimbau masyarakat, khususnya petani dan pekebun, tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar. Aktivitas tersebut dinilai berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan ketika kondisi lahan dan vegetasi mengering.

“Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan perkebunan dengan metode pembakaran lahan,” ungkap Zulkifli saat diwawancarai RRI, Kamis (13/8/2026).

Selain menghindari pembakaran lahan, BPBD juga meminta masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan. Menurut Zulkifli, sumber api sekecil apa pun dapat dengan cepat memicu kebakaran ketika kondisi lingkungan kering akibat musim kemarau.

“Petani atau pekebun agar lebih waspada dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Sekecil apapun potensi api, dengan kondisi kemarau seperti saat ini, sangat besar menimbulkan potensi kebakaran,” tegasnya.

Zulkifli menyebutkan, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, telah tercatat enam kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tolitoli. Mayoritas kejadian tersebut terjadi di area perkebunan milik warga.

Kondisi ini menjadi perhatian BPBD karena aktivitas pembukaan dan pengelolaan lahan selama musim kemarau dapat meningkatkan risiko munculnya titik api. Karena itu, masyarakat diharapkan berperan aktif melakukan pencegahan dengan menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

BPBD Tolitoli juga mengingatkan warga untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran di sekitar pemukiman, perkebunan maupun kawasan hutan. Laporan dan penanganan secara cepat diperlukan agar api tidak meluas serta menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

Upaya pencegahan karhutla, kata BPBD, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas penanggulangan bencana. Keterlibatan masyarakat sangat penting, terutama dalam menjaga lahan dan lingkungan selama kondisi kemarau berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....