BPBD Buol Sosialisasikan Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul

  • 13 Agt 2026 16:51 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol menggelar sosialisasi sistem kebencanaan, penentuan jalur evakuasi, dan pemetaan titik kumpul. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor BPBD Kabupaten Buol, Rabu (12/8/2026).

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya bencana gempa bumi dan tsunami.

Kepala BPBD Kabupaten Buol, Moh. Kachfy Mardjuni, mengatakan pemahaman masyarakat mengenai jalur evakuasi dan titik kumpul sangat penting agar proses penyelamatan dapat dilakukan secara cepat dan terarah ketika terjadi bencana.

Menurutnya, titik kumpul merupakan lokasi yang aman dan memiliki ruang cukup luas untuk menampung masyarakat setelah melakukan evakuasi dari wilayah terdampak bencana.

“Jadi titik kumpul itu adalah tempat kita berkumpul setelah lari dari bahaya, kemudian titik kumpul itu intinya ada tempat yang luas,” ujar Moh. Kachfy Mardjuni, Rabu (12/8/2026).

Kachfy juga mengungkapkan gagasan untuk membangun rumah siaga bencana apabila pemerintah daerah memperoleh dukungan anggaran. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pusat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Sementara itu, Wakil Bupati Buol, Mohammad Nasir Dj. Daimaroto, mengatakan sosialisasi penentuan jalur evakuasi penting diketahui seluruh lapisan masyarakat. Pengetahuan tersebut diperlukan agar warga memahami alur evakuasi secara mandiri dan mampu mengurangi risiko serta potensi korban jiwa saat keadaan darurat.

Pemerintah Kabupaten Buol, kata Nasir, mengapresiasi inisiatif BPBD yang melaksanakan sosialisasi penentuan jalur evakuasi dan pemetaan titik kumpul sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan dari tujuh kelurahan, Pemadam Kebakaran (Damkar), Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI), sejumlah pemangku kepentingan, serta media massa.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan sinergi dalam penanganan bencana. Informasi yang diperoleh para peserta selanjutnya diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat luas, sehingga kesadaran dan kesiapsiagaan warga semakin meningkat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalisir risiko serta korban jiwa apabila bencana terjadi, sekaligus memastikan masyarakat memiliki pengetahuan dasar mengenai lokasi aman, jalur evakuasi, dan titik berkumpul yang telah ditentukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....