Sejarah Upacara 17 Agustus Berakar dari Proklamasi Kemerdekaan

  • 12 Agt 2026 11:45 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Upacara bendera setiap 17 Agustus menjadi tradisi nasional yang tidak terpisahkan dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Tradisi tersebut berakar dari momentum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Mengacu pada Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Tahun 2015, sejarah upacara bendera memiliki keterkaitan erat dengan lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang ditandai dengan Proklamasi Kemerdekaan.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada Jumat, 17 Agustus 1945, sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta. Setelah pembacaan teks proklamasi oleh Soekarno, Bendera Kebangsaan Merah Putih dikibarkan untuk pertama kalinya secara resmi.

Pengibaran Bendera Merah Putih saat itu dilakukan oleh Latief Hendraningrat bersama seorang pemuda lainnya. Bendera yang dikibarkan merupakan bendera yang dijahit oleh Fatmawati Soekarno dan kemudian dikenal sebagai Bendera Pusaka.

Pelaksanaan upacara pada masa awal kemerdekaan berlangsung secara sederhana. Meski demikian, pengibaran Bendera Pusaka menjadi simbol penting lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka sekaligus menggambarkan persatuan dalam perjuangan rakyat Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, tradisi upacara bendera setiap 17 Agustus terus dilestarikan di berbagai daerah dan lingkungan masyarakat. Upacara tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenang perjuangan para pahlawan dan menghormati jasa para pendiri bangsa.

Upacara bendera juga menjadi sarana kolektif untuk menjaga ingatan sejarah bangsa, mulai dari perjuangan melawan penjajahan hingga tercapainya kemerdekaan Indonesia. Momentum tersebut mengingatkan masyarakat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir melalui proses perjuangan panjang.

Bagi generasi muda, pelaksanaan upacara bendera menjadi bagian dari penanaman nilai nasionalisme, patriotisme, persatuan, serta kecintaan terhadap Tanah Air. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Dengan demikian, setiap pengibaran Sang Merah Putih pada 17 Agustus bukan sekadar rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir melalui perjuangan panjang dan persatuan seluruh elemen bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....