HMI Buol Tegaskan Pentingnya Kontribusi Nyata dan Kritis Generasi Muda
- 11 Agt 2026 10:12 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Buol menegaskan bahwa pemaknaan nasionalisme di era globalisasi dan derasnya arus informasi digital saat ini tidak boleh lagi berhenti sebatas simbolis. Nasionalisme modern bagi kalangan pemuda dan mahasiswa harus diwujudkan dalam aksi nyata, sikap kritis yang solutif, serta kepedulian terhadap isu-isu sosial di daerah.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua HMI Kabupaten Buol, Aziz Kuntuamas, dalam wawancara eksklusif bersama RRI. Menurutnya, kesadaran kebangsaan anak muda hari ini diuji dari sejauh mana mereka bersedia terlibat langsung dalam menyelesaikan berbagai persoalan di sekitarnya.
Aziz menjelaskan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, nasionalisme yang relevan bagi mahasiswa di Kabupaten Buol adalah kesediaan untuk ikut mengawal kualitas pendidikan, kondisi lingkungan hidup, pelayanan publik, hingga pengelolaan sumber daya alam daerah.
"Nasionalisme hari ini tidak lagi cukup dipahami sebagai rasa cinta kepada simbol-simbol negara semata. Nasionalisme yang relevan adalah kesediaan untuk ikut menyelesaikan persoalan bangsa, dimulai dari lingkungan terdekat. Di era digital, itu berarti mampu berpikir kritis, melawan provokasi, serta menggunakan teknologi untuk mencerdaskan masyarakat, bukan memperkeruh keadaan," ujar Aziz Kuntuamas.
Ia menambahkan, pemuda tidak boleh terjebak dalam arus disinformasi, melainkan harus hadir sebagai agen penyebar literasi yang mencerdaskan masyarakat.
Terkait peran kader HMI dalam mengawal isu-isu sosial dan kesejahteraan masyarakat lokal, Aziz menegaskan bahwa nasionalisme HMI diwujudkan melalui pengabdian nyata. Kader HMI dituntut tidak hanya aktif di lingkungan akademik kampus, tetapi juga peka terhadap realitas sosial masyarakat Buol.
Ketika muncul permasalahan publik, HMI siap hadir melalui ruang diskusi, kajian ilmiah, penyampaian aspirasi, hingga memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai kurang berpihak kepada rakyat.
"Kritik yang kami bangun adalah kritik yang bertanggung jawab dan disertai solusi. Bagi kami, mengoreksi kebijakan yang kurang berpihak kepada rakyat juga merupakan bentuk rasa cinta dan kasih sayang kami kepada bangsa dan daerah ini," tegasnya.
Menjawab tantangan terkait potensi benturan antara nilai agama dan kebangsaan, Aziz menegaskan bahwa dalam pandangan HMI, nilai Keislaman dan nasionalisme Indonesia adalah dua hal yang saling menguatkan dan tidak pernah bertentangan.
Nilai-nilai Islam mengajarkan tentang keadilan, kejujuran, dan persaudaraan (ukhuwah). Sementara itu, semangat nasionalisme mengajarkan tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan membangun tanah air. Menjadi seorang muslim yang baik secara otomatis menjadikan seseorang sebagai warga negara yang bertanggung jawab, menghargai perbedaan, dan berkontribusi aktif bagi kemajuan Indonesia.
Guna menanamkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap NKRI pada mahasiswa baru, HMI Kabupaten Buol terus memperkuat proses pengkaderan yang tidak hanya berfokus pada diskusi kepemimpinan, tetapi juga pada pembentukan karakter bangsa.
Melalui forum diskusi, pelatihan kepemimpinan, kajian sejarah perjuangan, hingga aksi pengabdian masyarakat, para kader diajak memahami bahwa Indonesia khususnya daerah Buol adalah rumah bersama yang harus dijaga dan dirawat bersama.
Di akhir wawancara, Ketua HMI Kabupaten Buol ini menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh elemen pemuda dan mahasiswa agar semangat "Merah Putih" tidak hanya menjadi slogan, tetapi hadir dalam tindakan sehari-hari.
"Pesan kami sederhana: jangan hanya bangga menjadi warga Indonesia, tetapi tunjukkan kebanggaan itu melalui tindakan. Belajar dengan sungguh-sungguh, jaga persatuan, jangan mudah terprovokasi, peduli terhadap persoalan sekitar, dan berani menyuarakan kebenaran dengan cara yang santun serta bertanggung jawab. Masa depan Buol dan Indonesia bergantung pada sejauh mana generasi muda mau mengambil peran, bukan sekadar menjadi penonton," pungkas Aziz.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....