Proyek Dermaga Lokodidi Picu Pengikisan, 7 Rumah Warga Terdampak Luapan Air Laut

  • 11 Agt 2026 10:09 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol - Pembangunan dermaga di Desa Lokodidi Kecamatan Gadung Kabupaten Buol memicu pengikisan dan genangan air laut di area pemukiman warga. Penyempitan akses sirkulasi air akibat penimbunan jembatan sementara proyek dermaga menyebabkan arus air pasang surut menerjang bagian bawah rumah warga setempat.

Pemerintah Daerah bersama tim gabungan yang terdiri dari Bupati, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Perkimta), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi rumah warga yang terdampak.

Kepala Bidang Darurat dan Logistik (Darlok) BPBD Buol, Yusri Moibat menjelaskan, dari hasil pengamatan di lapangan, kerusakan pada rumah warga bukan dipicu murni oleh bencana alam, melainkan akibat dampak teknis pengerjaan dermaga. Penimbunan salah satu akses air demi perlintasan alat berat membuat celah keluar-masuk air menyempit menjadi sekitar 2 meter.

"Hasil pengamatan kami, ini pengaruh dari pekerjaan pembangunan dermaga di Loko Didi. Penimbunan sementara untuk akses jalan alat berat menyebabkan celah keluar masuk air tersisa hanya sekitar 2 meter, sehingga saat terjadi air pasang besar, arusnya menjadi sangat tinggi," ujar Kabid Darlok BPBD Buol, Senin, 10 Agustus 2026

Penyempitan saluran tersebut membuat debit air laut pasang terdorong deras ke area permukiman dan merendam bagian dapur rumah warga. Saat air laut mulai surut, aliran deras tersebut mengikis tanah di bagian bawah pondasi rumah warga.

Mengingat mayoritas rumah warga di kawasan pesisir Loko Didi berupa rumah panggung berbahan kayu, pengikisan tanah ini mengancam stabilitas struktur bangunan.

"Begitu air surut, terjadi pengikisan di wilayah bawah rumah masyarakat. Karena rumah warga terbuat dari kayu, jika kondisi ini berlangsung lama tentu sangat mengkhawatirkan. Apalagi menurut warga, pada bulan September mendatang diprediksi terjadi pasang surut air laut yang cukup besar," tambahnya.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 7 rumah warga yang dilaporkan terdampak pengikisan tersebut. Pihak BPBD masih menunggu surat laporan resmi dari Pemerintah Desa Lokodidi untuk proses pendataan dan penanganan administratif lebih lanjut.

Menanggapi keluhan masyarakat, Bupati telah menginstruksikan Dinas PU untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi guna merumuskan langkah teknis penanganan di lapangan, dengan tetap memperhatikan kondisi efisiensi anggaran daerah saat ini.

Pihak BPBD mengimbau masyarakat Desa Lokodidi untuk tetap bersabar dan waspada. Penutupan atau penimbunan akses air tersebut bersifat sementara untuk mendukung pergerakan kendaraan proyek dermaga.

Setelah pengerjaan penimbunan selesai, akses sirkulasi air di sisi utara akan dibuka kembali agar aliran air pasang dan surut kembali normal tanpa mengikis pemukiman warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....