Menempa Karakter Warga Binaan Lapas Leok lewat Pembinaan Agama

  • 10 Agt 2026 15:17 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Leok, Kabupaten Buol, terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui kegiatan keagamaan. Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk mental dan karakter warga binaan selama menjalani masa pidana.

Pada Minggu, 9 Agustus 2026, warga binaan diberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat sebagai bagian dari rutinitas pembinaan kepribadian di lingkungan Lapas Kelas III Leok.

Bagi warga binaan beragama Kristen, kegiatan diisi dengan ibadah Minggu. Sementara warga binaan beragama Islam melaksanakan salat berjamaah. Kedua kegiatan tersebut menjadi sarana bagi warga binaan untuk memperkuat iman dan meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kegiatan keagamaan juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk melakukan refleksi diri selama menjalani masa pembinaan. Melalui pendekatan spiritual, warga binaan diarahkan untuk mengevaluasi sikap dan perilaku serta membangun kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Kepala Lapas Kelas III Leok, Achmad Adrian, mengatakan pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung proses perubahan diri warga binaan. Pihaknya memastikan setiap warga binaan memperoleh ruang dan fasilitas untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinannya.

“Kami memberikan kesempatan dan fasilitas kepada seluruh warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinannya. Harapannya, kegiatan keagamaan ini dapat memperkuat iman, membentuk karakter yang lebih baik, serta menjadi bekal positif bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Achmad Adrian.

Menurutnya, pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mengedepankan nilai spiritual, toleransi, dan kemanusiaan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu warga binaan membangun kesadaran diri dan mempersiapkan diri menghadapi proses reintegrasi sosial.

Pelaksanaan ibadah di Lapas Kelas III Leok berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat. Warga binaan mengikuti kegiatan sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing, sekaligus menunjukkan pentingnya penghormatan terhadap keberagaman dalam lingkungan pemasyarakatan.

Lapas Kelas III Leok berkomitmen menjadikan pembinaan kepribadian sebagai salah satu bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Nilai-nilai agama diharapkan dapat menjadi pijakan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan membangun sikap yang lebih positif.

Melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten, warga binaan diharapkan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal mental dan spiritual untuk kembali ke tengah masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari proses menciptakan warga binaan yang lebih baik dan siap menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....