DPRD Tolitoli Dorong Sinergi Pedagang Antar Pulau dan TKBM

  • 10 Agt 2026 15:00 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - DPRD Kabupaten Tolitoli menggelar hearing pada Jumat, 7 Agustus 2026 dengan menghadirkan pelaku usaha pedagang antar pulau dan penyedia jasa Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk mencari titik temu yang adil bagi para pelaku usaha dalam aktivitas distribusi barang dan jasa melalui jalur laut.

Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli Jemi Yusuf menyampaikan hadirnya kapal Pelni Sabuk Nusantara menjadi jembatan penghubung antarpulau yang membuka jalur distribusi dari Tolitoli menuju Tarakan serta sejumlah daerah di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur. Mobilitas kapal dan barang tersebut dinilai ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat, sekaligus memperluas akses pasar bagi berbagai komoditas unggulan daerah.

Menurut Jemi, meningkatnya arus distribusi melalui transportasi laut turut membuka pasar bagi produk pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan Tolitoli. Komoditas dari daerah tidak lagi hanya berputar di pasar lokal, tetapi memiliki peluang menjangkau konsumen di wilayah Kalimantan. “Semakin meningkatnya volume arus distribusi barang, semakin terbuka pula pasar komoditas pertanian, peternakan dan perikanan Tolitoli melalui jalur laut,” ujar Jemi.

Peluang tersebut kemudian menghidupkan mata rantai usaha baru, terutama bagi pelaku UMKM pedagang antar pulau yang menjalankan aktivitas perdagangan Tolitoli-Kalimantan. Di sisi lain, peningkatan arus barang turut memberi ruang bagi jasa tenaga bongkar muat untuk menopang kelancaran distribusi. Pelabuhan Dede, Pelabuhan Feri Tanjung Batu, hingga Pelabuhan Tradisional Haji Hayun menjadi simpul-simpul aktivitas ekonomi yang terus bergerak mengikuti denyut perdagangan antarpulau.

Jemi menilai hubungan antara pedagang antar pulau dan penyedia jasa bongkar muat perlu dibangun dalam semangat saling membutuhkan dan saling menguntungkan. Keadilan dalam pola kerja menjadi penting agar seluruh pihak dapat tumbuh bersama tanpa ada yang merasa terpinggirkan dalam ekosistem distribusi barang dan jasa.

“Harapan kita, hubungan saling menguntungkan dan membutuhkan antara pelaku usaha pedagang antar pulau dengan penyedia jasa bongkar muat yang diwadahi TKBM Kabupaten Tolitoli dapat berjalan lancar. Dengan begitu, iklim berusaha dan investasi semakin kondusif,” katanya.

Menurut Jemi, keberlanjutan sektor pertanian dan perikanan Tolitoli sangat bergantung pada ketersediaan pasar serta kelancaran rantai distribusi. Ketika pelaku usaha, pedagang antar pulau, dan TKBM mampu berjalan dalam satu ekosistem yang sehat, jalur laut bukan sekadar lintasan kapal dan barang, melainkan urat nadi yang menghubungkan produksi masyarakat dengan pasar yang lebih luas serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....