Olahraga Tradisional Kembali Semarak jelang HUT RI di Tolitoli

  • 08 Agt 2026 14:49 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di berbagai penjuru Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan permainan digital, olahraga tradisional kembali mendapat ruang untuk tampil dalam memeriahkan momentum kemerdekaan.

Permainan tradisional yang sederhana dinilai memiliki nilai sosial dan budaya yang penting bagi masyarakat. Selain menjadi hiburan, permainan tersebut mampu mempertemukan anak-anak dan masyarakat dalam interaksi langsung sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan.

Tokoh budaya Tolitoli, Masri Impa, mengatakan perkembangan teknologi turut mengubah pola bermain anak-anak. Kehadiran telepon seluler dan berbagai permainan digital membuat aktivitas bermain secara langsung semakin berkurang.

“Di zaman teknologi seperti sekarang ini, kita tidak bisa memungkiri anak-anak cenderung lebih suka bermain melalui telepon seluler,” ujar Masri kepada RRI, Jumat (7/8/2026).

Menurut Masri, upaya menghidupkan kembali permainan tradisional bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun komunitas tertentu. Setiap daerah memiliki peran untuk memperkenalkan kembali berbagai permainan warisan leluhur, khususnya kepada generasi muda.

Ia menilai peran orang tua juga sangat penting dalam memberikan batasan penggunaan gawai kepada anak. Dengan demikian, anak-anak memiliki kesempatan lebih besar untuk bermain, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Pandangan serupa disampaikan tokoh pemuda Tolitoli, Ardan. Ia menilai permainan tradisional memiliki daya tarik tersendiri dan tidak kalah dibandingkan permainan modern yang saat ini banyak digemari anak-anak.

“Permainan atau olahraga tradisional tidak kalah seru dengan permainan modern. Bahkan jauh lebih seru karena ada kebersamaan, strategi, keseruan, dan tentunya sederhana,” kata Ardan.

Menurut Ardan, momentum HUT Kemerdekaan menjadi kesempatan yang tepat untuk kembali menggelorakan permainan tradisional di tengah masyarakat. Lapangan, halaman rumah, maupun ruang terbuka di lingkungan pemukiman dapat dimanfaatkan sebagai arena bermain.

Keriuhan permainan tradisional diharapkan mampu memberikan warna tersendiri dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Selain menghibur, aktivitas tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antar masyarakat dan mengenalkan nilai-nilai kebersamaan kepada generasi muda.

Sementara itu, Pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Tolitoli, Fahsant Salenk, mengatakan pihaknya memandang penting pengembangan olahraga tradisional dan olahraga masyarakat melalui berbagai momentum hari besar, termasuk peringatan 17 Agustus dan HUT daerah.

“Penting bagi kami bagaimana olahraga tradisional atau olahraga masyarakat ini dikembangkan dan dihidupkan kembali melalui momentum-momentum hari besar seperti 17 Agustus dan HUT daerah,” ujar Fahsant kepada RRI, Jumat (7/8/2026).

Fahsant mengakui selama ini belum ada pihak yang secara khusus mengkoordinasikan pengembangan olahraga tradisional di Tolitoli. Karena itu, kehadiran KORMI diharapkan dapat menjadi wadah untuk menggerakkan, mengembangkan, sekaligus mengkoordinasikan berbagai permainan dan olahraga tradisional di daerah.

Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pengembangan olahraga tradisional diharapkan menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali permainan warisan budaya, mulai dari halaman rumah hingga ruang-ruang publik.

Tidak hanya menjaga keberadaan permainan tradisional, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menanamkan nilai sportivitas, strategi, interaksi sosial, dan semangat gotong royong kepada generasi muda Tolitoli di tengah semakin kuatnya pengaruh permainan berbasis digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....