Lapas Tolitoli Perkuat Pembinaan Kerohanian Warga Binaan
- 05 Agt 2026 15:33 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara rutin sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (4/8/2026) di Masjid Darul Hisab dan Gereja Patmos sebagai bagian dari upaya membentuk karakter serta meningkatkan kualitas spiritual warga binaan.
Pembinaan bagi warga binaan beragama Islam dipusatkan di Masjid Darul Hisab dengan menghadirkan Ustadz Solehan, S.Pd.I., Ustadz Firman, S.Pd.I., dan Ustadz Safwan sebagai pembimbing. Dalam kesempatan itu, para peserta menerima materi bertema "Nikmat Surga dan Siksa Neraka" yang mengajak mereka memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Sementara itu, warga binaan beragama Kristen mengikuti ibadah dan pembinaan di Gereja Patmos yang dipimpin Pendeta Joel Saragih. Melalui khotbah yang diambil dari Firman Tuhan dalam 2 Korintus 7:10 dengan tema "Pertobatan yang Sejati Mengubah Hidup", peserta diajak memahami makna pertobatan sebagai awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan meninggalkan perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran agama.
Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, S.H., M.H., menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan spiritual tidak hanya menjadi aktivitas selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bekal untuk membentuk pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.
"Pembinaan kerohanian merupakan pondasi penting dalam proses pemasyarakatan. Kami ingin setiap warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh pembinaan mental, moral, dan spiritual sehingga memiliki bekal untuk berubah menjadi pribadi yang bertanggung jawab, berakhlak, dan mampu berkontribusi positif setelah kembali ke masyarakat. Lapas Tolitoli akan terus memberikan ruang dan fasilitas bagi seluruh warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinannya," ujar Mansur Yunus Gafur.
Senada dengan itu, Kasubsi Bimbingan Narapidana/Anak Didik Lapas Kelas IIB Tolitoli, I Putu Arta Wibawa, mengatakan pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk pola pikir dan perilaku warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
"Melalui kegiatan pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara rutin, kami berharap warga binaan semakin memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri, mengendalikan perilaku, serta membangun nilai-nilai kehidupan yang positif. Pembinaan yang berkelanjutan diharapkan mampu menjadi bekal bagi mereka agar dapat kembali diterima dan berperan aktif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana," ungkap I Putu Arta Wibawa.
Pelaksanaan pembinaan yang diberikan kepada seluruh warga binaan tanpa membedakan latar belakang agama menjadi wujud komitmen Lapas Kelas IIB Tolitoli dalam menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang adil, inklusif, dan berorientasi pada pemulihan. Pendekatan tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang menempatkan pembinaan kepribadian sebagai bagian penting dalam proses pembentukan warga binaan.
Selain memperkuat aspek spiritual, kegiatan ini juga menjadi implementasi Core Values PRIMA Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang meliputi Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan pemasyarakatan sekaligus mendukung proses pembinaan yang berkelanjutan.
Melalui pembinaan kerohanian yang rutin dilaksanakan, Lapas Kelas IIB Tolitoli berharap setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, membangun karakter yang lebih baik, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang produktif dan bertanggung jawab ketika kembali ke lingkungan masyarakat. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....