Penerima PIP Tolitoli dan Buol Meningkat pada 2026
- 04 Agt 2026 14:19 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Tolitoli dan Buol pada tahun 2026 mengalami peningkatan jumlah penerima manfaat dibandingkan tahun sebelumnya. Anggota DPR RI, Nilam Sari Lawira, berharap peningkatan tersebut dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan sekolah.
Pernyataan tersebut disampaikan Nilam Sari Lawira usai melaksanakan kegiatan reses sekaligus menyerahkan bantuan Program Indonesia Pintar kepada para siswa di SMK Negeri 1 Tolitoli, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan itu juga menjadi ajang untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
Nilam mengungkapkan, berdasarkan hasil kunjungan kerjanya di Kabupaten Tolitoli dan Buol, jumlah penerima PIP tahun 2026 meningkat menjadi sekitar 1.200 siswa. Ia menilai capaian tersebut merupakan kabar baik bagi dunia pendidikan, mengingat semakin banyak pelajar yang dapat memperoleh dukungan biaya pendidikan dari pemerintah.
"Alhamdulillah kuota untuk Tolitoli dan Buol meningkat. Mudah-mudahan tahun depan juga lebih meningkat lagi penerima PIP," ujar Nilam.
Menurutnya, peningkatan jumlah penerima bantuan sangat dipengaruhi oleh keaktifan pihak sekolah dalam mengusulkan data calon penerima yang memenuhi persyaratan. Karena itu, sekolah diharapkan lebih proaktif melakukan pendataan agar semakin banyak siswa yang berhak dapat memperoleh manfaat PIP.
Nilam menjelaskan, tidak terdapat pembagian kuota khusus untuk setiap kabupaten. Namun, sebagai anggota DPR RI, dirinya memperoleh alokasi sekitar 40 ribu penerima Program Indonesia Pintar yang kemudian disalurkan ke berbagai daerah berdasarkan usulan data yang masuk.
"Yang aktif memberikan usulan datanya tentu akan lebih banyak penerima manfaatnya. Karena itu saya menitipkan kepada wakil-wakil rakyat, khususnya dari fraksi saya, agar aktif mendatangi sekolah-sekolah dan membantu proses pengusulan data," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa penerima Program Indonesia Pintar harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan pemerintah, yakni berasal dari keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4. Dengan sasaran tersebut, bantuan diharapkan tepat sasaran dan mampu mengurangi beban biaya pendidikan yang ditanggung orang tua.
Nilam berharap bantuan PIP dimanfaatkan sepenuhnya untuk menunjang kebutuhan belajar siswa, seperti pembelian perlengkapan sekolah maupun keperluan pendidikan lainnya. Ia menambahkan, penyaluran PIP tahun 2026 telah selesai dan akan dilanjutkan dengan proses pengusulan calon penerima baru.
"Mudah-mudahan nanti ada penambahan kuota lagi sehingga semakin banyak anak-anak yang bisa mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....